⌂ Beranda News BMKG Prediksi 198 Zona Musim Masuki Kemarau Mulai Juni 2026

BMKG Prediksi 198 Zona Musim Masuki Kemarau Mulai Juni 2026

BMKG Prediksi 198 Zona Musim Masuki Kemarau Mulai Juni 2026
Peta zona musim kemarau Indonesia menurut prediksi BMKG 2026
A A Ukuran Teks16px

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi perluasan wilayah kemarau di Indonesia.

Sebanyak 198 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 31,60 persen luas daratan akan memasuki musim kemarau pada Juni 2026.

>>> Mario Aji Dapat Dukungan Maverick Vinales Usai Operasi Cedera Servikal

Data ini disampaikan dalam konferensi pers daring pada Rabu (10/6/2026). Jumlah wilayah yang mengalami kekeringan diproyeksikan terus bertambah pada bulan berikutnya.

Pada Juli 2026, sebanyak 66 ZOM atau sekitar 7,28 persen wilayah daratan Indonesia akan menyusul masuk musim kemarau.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengonfirmasi bahwa awal musim kemarau tahun ini datang lebih cepat dari waktu normalnya.

Secara keseluruhan, pergeseran maju ini mencakup 39,77 persen daratan Indonesia atau setara dengan 308 ZOM.

Puncak Musim Kemarau

"Sebagian besar wilayah Indonesia kita prediksi mengalami puncak musim kemarau pada bulan Juli 2026, yaitu sebanyak 93 Zona Musim yang mencakup 12,26% luas daratan," jelas Ardhasena.

>>> Pemerintah Perketat Pengawasan QR Code BBM Subsidi MyPertamina

Wilayah puncak kemarau Juli meliputi sebagian Sumatera, sebagian kecil Kalimantan, sebagian kecil Jawa, NTT bagian selatan, Sulawesi Barat bagian utara, Sulawesi Tengah bagian barat, sebagian kecil Maluku, Papua Barat Daya bagian selatan, Papua Barat bagian tengah, serta Papua bagian timur.

"Pada bulan Agustus, mayoritas sebanyak 369 Zona Musim atau 48,84% dari luas daratan Indonesia, dan bulan September sebanyak 169 Zona Musim yang mencakup 25,41% luas daratan," imbuh Ardhasena.

Puncak kemarau Agustus mencakup Sumatera bagian tengah, sebagian besar Jawa, Bali, NTB, sebagian NTT, sebagian besar Kalimantan, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, Maluku Utara bagian selatan, dan sebagian besar Pulau Papua.

Sementara pada September, puncak kemarau melanda Kepulauan Bangka Belitung, sebagian besar Sumatera Selatan, Lampung, sebagian kecil Jawa, sebagian besar NTT, Kalimantan bagian selatan, sebagian besar Sulawesi, sebagian besar Maluku Utara, sebagian Maluku, hingga Papua Pegunungan bagian tengah.

>>> Thierry Henry Desak Arsenal Segera Datangkan Pemain Baru Usai Juara

"Durasi musim kemarau tahun 2026 ini kita prediksi lebih panjang," kata Ardhasena.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru