⌂ Beranda News Kemenperin Ajukan Tambahan Anggaran Rp 1,59 T untuk Kejar Target Industri 2027

Kemenperin Ajukan Tambahan Anggaran Rp 1,59 T untuk Kejar Target Industri 2027

Kemenperin Ajukan Tambahan Anggaran Rp 1,59 T untuk Kejar Target Industri 2027
Gedung Kementerian Perindustrian
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengajukan usulan tambahan anggaran sebesar Rp 1,59 triliun untuk tahun anggaran 2027.

Pengajuan ini disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta pada Rabu (10/6/2026).

>>> Kemenkeu Ubah Pola Belanja Negara untuk Dongkrak Ekonomi Nasional

Langkah ini diambil guna mendukung target pertumbuhan industri manufaktur nasional yang dipatok mencapai 7,55 persen.

Target tersebut ditetapkan meskipun pagu indikatif Kemenperin untuk 2027 hanya sebesar Rp 2,01 triliun, yang merupakan penurunan 19,5 persen dari pagu awal 2026.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan bahwa penambahan alokasi dana ini krusial bagi keberlangsungan program prioritas. Fokus utamanya adalah penguatan lini industri dari skala kecil hingga transformasi digital.

"Kami mengusulkan kebutuhan tambahan anggaran sebesar Rp 1,59 triliun untuk memperkuat pelaksanaan program-program prioritas yang berdampak langsung bagi peningkatan produktivitas, peningkatan daya saing program hilirisasi, penguatan industri kecil menengah pengembangan sumber daya manusia industri serta transformasi industri nasional," ujar Agus Gumiwang.

Pendanaan tambahan tersebut akan didistribusikan ke berbagai sektor. Restrukturisasi mesin dan peralatan industri dialokasikan Rp 202 miliar.

Pengadaan alat uji untuk mendukung Standar Nasional Indonesia (SNI) serta program hilirisasi industri mendapat Rp 162,55 miliar.

>>> Rizky Ridho Ingatkan Persatuan Timnas Usai Beckham Putra Diteriaki Oknum Suporter

Upaya hilirisasi yang berbasis sumber daya alam dan pengembangan sektor industri prioritas diusulkan mendapat tambahan Rp 138,69 miliar.

Fasilitasi bagi industri kecil dan menengah (IKM) dalam pengembangan produk, standardisasi, dan perluasan akses pasar diajukan sebesar Rp 136 miliar.

Pemerintah juga mengarahkan anggaran Rp 120,51 miliar untuk pemulihan IKM pascabencana. Program pencetakan wirausaha baru di sektor IKM mendapat Rp 78 miliar.

Sektor pendidikan vokasi juga disasar dengan usulan tambahan Rp 71,49 miliar untuk renovasi gedung dan pengadaan sarana prasarana.

Penyelenggaraan pendidikan tinggi dan menengah vokasi diusulkan mendapat Rp 71,06 miliar, sementara pelatihan vokasi industri memerlukan dana Rp 63 miliar.

>>> Prabowo Janjikan Obat Generik Murah dalam Setahun

Penguatan sektor teknologi informasi menjadi bagian akhir dari rincian anggaran yang diajukan. Pengembangan sistem informasi industri diusulkan mendapat Rp 55,95 miliar.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru