⌂ Beranda News Industri Satelit Berubah, ASSI Minta Indonesia Ambil Peluang

Industri Satelit Berubah, ASSI Minta Indonesia Ambil Peluang

Industri Satelit Berubah, ASSI Minta Indonesia Ambil Peluang
Ilustrasi: Industri Satelit Berubah, ASSI Minta Indonesia Ambil Peluang
A A Ukuran Teks16px

Industri satelit global tengah bertransformasi.

Jika sebelumnya didominasi satelit geostasioner (GEO), kini ekosistemnya meluas ke Low Earth Orbit (LEO), Medium Earth Orbit (MEO), hingga Very Low Earth Orbit (VLEO).

>>> Gabung Persija, Arhan Antusias Main Bareng Ridho-Witan Lagi

Ketua Umum Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI), Risdianto Yuli Hermansyah, menilai perubahan ini membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi pemain di industri antariksa, bukan sekadar pengguna teknologi.

"Perkembangan regulasi, pengelolaan slot orbit dan spektrum frekuensi yang semakin padat secara internasional, serta kebutuhan meningkatkan tingkat komponen dalam negeri dan riset domestik harus dimanfaatkan agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga menjadi pemain dunia," ujarnya dalam peringatan 50 Tahun Satelit Indonesia di Gedung BJ Habibie, Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Dalam lima dekade terakhir, peran satelit telah berkembang jauh melampaui fungsi awalnya sebagai sarana komunikasi.

Saat Satelit Palapa pertama kali diluncurkan pada 1976, teknologi satelit berfungsi menghubungkan wilayah Indonesia dari Sabang hingga Merauke.

Kini, satelit menjadi infrastruktur penting yang menopang transformasi digital di berbagai sektor, seperti mitigasi bencana, pemantauan wilayah, pengelolaan sumber daya alam, pertahanan dan keamanan, hingga layanan keuangan digital.

"Satelit telah bertransformasi dari media komunikasi menjadi penggerak ekonomi, penjaga kedaulatan, dan pendorong daya saing bangsa," kata Risdianto.

Teknologi satelit juga terus berkembang.

Industri kini memasuki era Very High Throughput Satellite (VHTS) yang menyediakan kapasitas internet lebih besar dan terintegrasi dengan jaringan terestrial.

Kemunculan megakonstelasi satelit non-geostasioner (NGSO), teknologi Direct-to-Device (D2D) yang memungkinkan ponsel terhubung langsung ke satelit, hingga pemanfaatan satelit Earth Observation berbasis analitik telah mengubah cara satelit dimanfaatkan.

>>> Enzo Fernandez Cetak Gol yang Didambakan, Argentina ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Peluang Besar untuk Indonesia

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM