⌂ Beranda News Harga Ayam Anjlok, Peternak Rugi Rp 5.000-7.000 per Kilogram

Harga Ayam Anjlok, Peternak Rugi Rp 5.000-7.000 per Kilogram

Harga Ayam Anjlok, Peternak Rugi Rp 5.000-7.000 per Kilogram
Peternak ayam memantau kondisi ayam di kandang
A A Ukuran Teks16px

Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) menyatakan keprihatinannya atas merosotnya harga ayam hidup atau live bird di tingkat peternak regional Jabodetabek dan Banten.

Harga jual yang hanya mencapai Rp15.000 hingga Rp16.000 per kilogram pada Kamis (10/6/2026) dinilai jauh di bawah biaya produksi.

>>> Menteri Imigrasi Serahkan Bantuan Bedah Rumah di Sukabumi

Ketua Umum Permindo, Kusnan, menjelaskan bahwa kondisi ini menyebabkan peternak mengalami kerugian ganda. Penurunan harga jual terjadi bersamaan dengan lonjakan harga pakan operasional.

Menurut catatan Permindo, harga pakan ayam kini berkisar Rp8.800 hingga Rp9.400 per kilogram loco pabrik, setelah naik Rp800 per kilogram sepanjang tahun 2026.

Sementara itu, harga day old chick (DOC) final stock saat panen mencapai Rp5.000 hingga Rp6.000 per ekor.

Akumulasi kenaikan komponen pakan dan DOC ini mendongkrak Harga Pokok Produksi (HPP) broiler hingga mencapai Rp21.000 hingga Rp22.000 per kilogram ayam hidup.

Hal ini memicu defisit anggaran yang signifikan bagi peternak mandiri.

Kusnan memperkirakan peternak rakyat saat ini menanggung kerugian sekitar Rp5.000 hingga Rp7.000 per kilogram live bird, atau setara dengan Rp10.000 hingga Rp14.000 per ekor ayam panen dengan bobot 2 kilogram.

>>> Truk Wing Box Makin Populer di Indonesia, Karoseri MTU Ungkap Alasannya

Tekanan finansial yang terus menerus menggerus modal kerja ini dikhawatirkan dapat membuat para peternak rakyat gulung tikar.

Selain faktor biaya produksi dan harga jual, keterbatasan akses pasar juga menjadi hambatan krusial.

Permindo mendesak Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Perdagangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bulog, dan BUMN pangan untuk segera merancang sistem penyerapan serta distribusi daging ayam yang terintegrasi.

Asosiasi mengusulkan perluasan pasar melalui skema penjualan komoditas ayam karkas segar, ayam beku, serta telur di seluruh jaringan ritel modern berskala nasional.

Kusnan menambahkan, Permindo juga mendorong Bulog bersama BUMN pangan untuk menginisiasi sistem penyerapan produk secara berkelanjutan sebagai instrumen pengendali stabilitas pasar eksternal.

>>> KAI Tawarkan Aset Komersial Bernilai Tinggi Lewat Platform Digital Space by KAI

Mekanisme proteksi ini dapat mengadopsi sistem penyerapan gabah dan beras petani yang diterapkan Bulog menggunakan ketetapan harga dari pemerintah.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru