Pebalap Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, mengungkapkan bahwa performanya yang kurang kompetitif pada sesi latihan Jumat disebabkan oleh strategi pengelolaan ban.
Tujuannya adalah untuk menghemat jatah ban demi memaksimalkan performa pada sesi kualifikasi dan balapan utama.
>>> 60 Ribu Jemaah Haji Tiba di Indonesia, Menteri Agama Sebut Ada Kendala Teknis
Situasi di mana performanya meningkat saat memasuki sesi kualifikasi dan balapan telah terlihat dalam beberapa seri musim ini.
Veda menegaskan bahwa kondisi pada sesi latihan bebas murni berkaitan dengan alokasi ban tim, bukan bagian dari rencana taktis tertentu.
"Itu bukan strategi hitungannya sih. Karena strategi itu cuma di kualifikasi sama hari balapan saja.
Kalau saat latihan tuh enggak ada strategi," kata Veda Ega Pratama.
Keterbatasan jumlah set ban yang disediakan untuk setiap pebalap dalam satu seri Moto3 membuat tim harus cermat dalam menentukan waktu penggunaan ban baru.
"Setiap pebalap tuh sama, ada beberapa set ban yang bisa dipakai selama satu pekan balapan," lanjutnya.
Aturan mengenai jumlah ban yang seragam bagi seluruh pebalap membuat strategi pemakaian ban sangat bergantung pada keputusan masing-masing individu.
Pebalap muda ini memilih untuk menggunakan ban lama pada sesi latihan Jumat pagi agar memiliki persediaan ban terbaik untuk hari Sabtu dan Minggu.
>>> Rupiah Menguat ke Rp 17.944 Setelah BI Naikkan Suku Bunga
"Saya selalu menyimpan ban untuk hari Sabtu dan Minggu sih. Jadi hari Jumat itu, terutama pagi, saya enggak ganti ban, jadi saya cuma muter," jelas Veda.
Kondisi ban yang aus membuat catatan waktu putaran sulit dipertajam, terutama pada sirkuit dengan tingkat cengkeraman rendah seperti di Hungaria.
"Biasanya kalau bannya udah drop, kan otomatis susah untuk improve lap time. Terutama di Hungaria kemarin yang gripnya kurang dan bannya juga cepat drop," ungkapnya.
Oleh karena itu, hasil dari sesi latihan dipandang tidak bisa menjadi indikator mutlak dari kekuatan asli seorang pebalap di lintasan.
Terkait persaingan pada musim debutnya, Veda mengaku tidak menetapkan satu pebalap khusus sebagai target rival.
"Enggak ada sih, cuma paling ya nyoba ngikut untuk jadi referensi. Seperti pebalap yang kenceng-kenceng kan mereka punya pengalaman lebih," ujarnya.
Selama menjalani sesi di lintasan, ia memanfaatkan keberadaan para pebalap senior untuk mempelajari jalur balap dan teknik pengendalian motor mereka.
>>> Bocah Tewas Diserang Anjing, Jasinga Usulkan Aturan Berburu di Hutan
"Biasanya saya nyoba ngikut untuk ngelihat line dia atau cara bawa dia," tutup Veda.