PT Nindya Karya (Persero) mempercepat penyelesaian proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Langkah akselerasi ini dilakukan dengan tetap mengadopsi elemen arsitektur bernuansa kearifan lokal.
Proyek BUMN ini berlokasi di Desa Ngantru, Kecamatan Trenggalek.
>>> 12 Model iPhone yang Kompatibel dengan Apple Intelligence di iOS 27
Fasilitas pendidikan dirancang di atas lahan seluas 61.476 meter persegi dengan total luas bangunan mencapai 25.224 meter persegi.
Desain Terinspirasi Wringin Lawang
Sorotan utama arsitektur proyek ini terletak pada pagar entrance yang mengadopsi elemen budaya lokal. Konsep visual gerbang utama didesain khusus agar memiliki nilai estetika sosiokultural.
"Desain gapura dan pagar depan secara filosofis terinspirasi dari kemegahan Wringin Lawang pada era Kerajaan Majapahit," kata Bayu Apriyadi, Project Director PT Nindya Karya.
"Bentuk gapura yang megah terbelah dua melambangkan keharmonisan serta keseimbangan antara alam dan manusia."
Menurut Bayu, gerbang visual yang ikonik ini disimbolkan sebagai pintu gerbang ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan. Integrasi unsur budaya dalam proyek fisik menjadi refleksi dedikasi perusahaan terhadap identitas bangsa.
Fasilitas Lengkap untuk Pendidikan
Pembangunan Sekolah Rakyat Trenggalek mencakup tiga gedung sekolah berlantai dua untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
Kawasan ini juga dilengkapi gedung ibadah, perpustakaan, laboratorium, rusun guru dua lantai, asrama siswa dua lantai, gedung serbaguna, guest house, lapangan mini soccer, lapangan bola basket, lapangan bola voli, serta lapangan upacara.
"Pembangunan ini mengemban misi sosial dan edukasi yang sangat mulia.
>>> BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 Pertama di Sulawesi Selatan
Tujuan utamanya adalah memperluas aksesibilitas pendidikan yang bermutu, inklusif, dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya di Trenggalek dan sekitarnya," ujar Bayu.
Strategi Percepatan Konstruksi
Demi memastikan fasilitas segera memberikan manfaat, PT Nindya Karya melakukan berbagai upaya strategis agar konstruksi rampung tepat waktu.
Manajemen menerapkan metode kerja efektif, penjadwalan ketat, hingga pemanfaatan teknologi konstruksi terkini.
Pengawasan dilakukan secara simultan di setiap lini kerja untuk meminimalkan waktu terbuang.
Aspek keselamatan kerja (HSE) dan ketepatan mutu serta material arsitektural menjadi prioritas utama untuk memastikan bangunan memiliki daya tahan jangka panjang dan aman digunakan.
"Kami tidak hanya membangun gedung, tetapi ingin membangun kebanggaan lokal.
Desain pagar entrance yang mengusung kearifan lokal Trenggalek ini adalah simbol penghormatan terhadap nilai tradisi setempat," jelas Bayu.
Proyek ini sekaligus menjadi bentuk implementasi dukungan terhadap program strategis pemerintah pusat dan daerah terkait pemerataan fasilitas pendidikan.
>>> Bareskrim Polri Tetapkan Mantan Petinggi OJK Tersangka Kasus Dana Syariah
Kehadiran Sekolah Rakyat Trenggalek diharapkan memperkecil kesenjangan sarana pendidikan antardaerah dan memicu peningkatan kualitas SDM.