Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melaporkan penurunan penjualan mobil pada Mei 2026. Kondisi ini dipicu oleh ketidakpastian regulasi dan faktor ekonomi makro.
Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, mengonfirmasi bahwa penundaan insentif kendaraan listrik dan pelemahan nilai tukar rupiah menjadi penyebab utama.
>>> Yahya Zaini Bantah Terlibat Korupsi di Badan Gizi Nasional
"Iya kan soal insentif yang ditunda, melemahnya rupiah, dan lain-lain," ujarnya.
Data distribusi dari pabrik ke dealer (wholesales) pada Mei 2026 mencapai 69.219 unit. Angka ini turun 14,3 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 80.779 unit.
Penjualan ritel dari dealer ke konsumen juga terkoreksi 5,1 persen menjadi 71.890 unit. Konsumen cenderung menunggu kejelasan regulasi stimulus harga mobil ramah lingkungan.
Akumulasi Tahunan Masih Positif
Meskipun performa bulanan melemah, akumulasi Januari hingga Mei 2026 menunjukkan pertumbuhan.
>>> Daftar Harga HP Oppo dan Realme 10 Juni 2026, Mulai Rp1,8 Jutaan
Penjualan ritel naik 8,8 persen menjadi 359.490 unit, sementara wholesales melonjak 12,8 persen ke angka 359.015 unit.
Di sisi lain, pemerintah memastikan penundaan insentif kendaraan listrik. Menteri Keuangan Purbaya menyatakan bahwa stimulus yang semula dijadwalkan berlaku Juni 2026 mundur satu bulan.
"Insentif EV masih ditunda satu bulan lagi," katanya pada Selasa (26/5).
>>> Bank Indonesia: Keyakinan Konsumen Masih Kuat pada Mei 2026
Penundaan ini memperpanjang fase wait and see di kalangan calon pembeli mobil listrik domestik. Gaikindo berharap kepastian regulasi dapat segera terbit untuk mendorong pemulihan pasar.