⌂ Beranda News 9 Cara Bangkit Setelah Putus Cinta Belasan Tahun

9 Cara Bangkit Setelah Putus Cinta Belasan Tahun

9 Cara Bangkit Setelah Putus Cinta Belasan Tahun
Ilustrasi wanita tersenyum setelah putus cinta
A A Ukuran Teks16px

Kemunculan bayangan mantan dalam pikiran merupakan hal yang wajar. Meski demikian, batasi waktu untuk memikirkannya selama dua menit saja lalu segera alihkan fokus.

Langkah ini efektif mengendalikan perasaan agar tidak mendominasi seluruh ruang pikiran.

"Jika membantu, jadwalkan waktu setiap hari untuk memproses emosimu seputar hubungan tersebut, dan seiring waktu ini akan terasa kurang diperlukan," ujar Lily Walford.

>>> Prabowo Subianto Bantah Tudingan Anti Investor Asing

Menulis dan Melihat Masa Depan

Menulis jurnal harian menjadi opsi sehat untuk menuangkan perasaan sekaligus menyalurkan kekecewaan. Tulisan tersebut bahkan dapat dimusnahkan dengan cara dibakar setelah selesai sebagai simbol pelepasan emosi.

Menurut Peter Saddington, menulis jurnal harian bisa menjadi alat pelepasan emosi untuk membantumu menata pikiran, memproses emosi, dan pada akhirnya merelakan bahwa hubungan telah berakhir.

"Banyak orang mendapati bahwa menuliskan hal-hal yang mereka syukuri sangat bermanfaat bagi kesehatan mental mereka," ungkap dia.

"Ini dapat membantumu menyadari bahwa bahkan di masa sulit, biasanya selalu ada sesuatu untuk disyukuri," lanjut Saddington.

Membayangkan kehidupan bahagia di masa depan tanpa kehadiran mantan juga menjadi stimulan positif untuk bangkit.

Menyusun agenda liburan baru atau merancang rutinitas harian secara mendetail dapat membantu proses perpindahan ini. "Catat hal favoritmu untuk dilakukan, dimakan, dipakai, dilihat, atau didengarkan," tutur Mackenzie.

Sikap Terhadap Kencan Baru

Seseorang tidak perlu merasa terburu-buru atau tertekan untuk segera mendapatkan pasangan baru. Namun, membuka hati bagi orang yang tepat pada waktu yang pas akan memberikan dampak baik.

Ketika kesiapan itu muncul, buatlah daftar kriteria atau sifat yang tidak diinginkan dari pasangan baru di masa mendatang.

Strategi tersebut secara tidak langsung mempertegas pemahaman bahwa mantan pasangan memang bukan figur yang tepat.

Apabila perpisahan dipicu oleh isu prinsipil seperti perselingkuhan atau perbedaan prinsip, sadarilah bahwa situasi masa lalu tidak dapat diubah.

Hindari menyalahkan diri sendiri atas pudarnya perasaan atau situasi yang terjadi.

Merasakan kesedihan adalah respons yang manusiawi, namun tetap yakinkan diri bahwa perpisahan merupakan jalan terbaik.

Kemarahan yang mendalam sering menyertai akhir hubungan, tetapi menyimpannya terlalu lama hanya akan menghambat pemulihan batin.

"Namun, kemarahan hanya akan menyakitimu dan membuatmu tertahan di tempat yang sama," tegas Williams.

Rasa marah adalah bagian dari proses berduka yang normal, yang bisa dialihkan melalui aktivitas meditasi atau tulisan demi melanjutkan hidup.

>>> Komisi XIII DPR Tolak Usulan Anggaran Kementerian HAM

Proses melupakan seseorang tidak memiliki batasan waktu yang kaku, sehingga kesabaran dan fokus pada diri sendiri menjadi kunci utama.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru