Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 2,71 persen pada perdagangan Rabu (10/6). Kenaikan ini setara 155,73 poin, membawa IHSG ke level 5.902,38.
Penguatan IHSG terjadi di tengah pelemahan mayoritas bursa emerging market Asia.
>>> Kenaikan Harga Pertamax Bebani Kelas Menengah dan Picu Kritik Anggaran
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total transaksi saham mencapai Rp31,73 triliun dengan volume 46,67 miliar lembar saham.
Sebanyak 571 saham bergerak menguat, sementara 148 saham melemah dan 96 saham stagnan.
Seluruh indeks sektoral tercatat positif, dipimpin sektor transportasi (IDXTRANS) yang naik 4,51 persen dan sektor teknologi (IDXTECHNO) yang menguat 4,37 persen.
Di jajaran saham blue chip, harga saham BBCA melesat 9,71 persen dan BBRI naik 3,23 persen.
Sebaliknya, saham TPIA justru merosot 7,42 persen.
>>> Tiga Negara Siapkan Upacara Pembukaan Bersama Piala Dunia 2026
Sentimen Positif Dorong IHSG
Analis Phintraco Sekuritas menyebut rebound IHSG dipicu sentimen positif dari penurunan harga minyak mentah dunia.
Selain itu, nilai tukar rupiah menguat 0,63 persen ke posisi Rp17.944 per dolar AS, turut menyokong pasar domestik.
Investor domestik juga mengapresiasi respons pemerintah terhadap gejolak pasar modal Indonesia. Hal ini memberikan sentimen tambahan bagi pergerakan indeks.
Di tingkat regional, IHSG menjadi yang terunggul di antara bursa emerging market Asia. Kondisi ini berbanding terbalik dengan bursa lain yang mayoritas memerah.
KOSPI Korea Selatan jatuh 4,52 persen, TWSE Taiwan turun 3,31 persen, dan SET Thailand melemah 1,30 persen.
>>> Oknum Suporter Intimidasi Beckham Putra Usai Laga Timnas Indonesia
Indeks Hang Seng terkoreksi 0,64 persen, NIFTY India menyusut 0,12 persen, serta PCOMP Filipina turun tipis 0,07 persen.
