⌂ Beranda News BNPP Gelar Kuliah Umum Perbatasan di IPDN Sulawesi Utara

BNPP Gelar Kuliah Umum Perbatasan di IPDN Sulawesi Utara

BNPP Gelar Kuliah Umum Perbatasan di IPDN Sulawesi Utara
Suasana kuliah umum BNPP MENYALA di IPDN Kampus Sulawesi Utara
A A Ukuran Teks16px

Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI menyelenggarakan kuliah umum interaktif BNPP MENYALA di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Sulawesi Utara pada Selasa (9/6).

Kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran generasi muda terhadap isu strategis kawasan perbatasan negara.

>>> Bayern Muenchen Jaga Tradisi Kirim Pemain ke Final Piala Dunia

Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan BNPP RI, Irjen Pol.

Edfrie R Maith, membuka acara dengan menyampaikan arahan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian selaku Kepala BNPP RI.

Forum ini menekankan pentingnya pemahaman pemuda terhadap perbatasan sebagai ruang pengabdian nyata.

"Saya berharap para praja dan mahasiswa memiliki kepedulian serta komitmen untuk turut berkontribusi dalam pembangunan kawasan perbatasan dan menjaga kedaulatan NKRI," ujar Irjen Pol.

Maith.

Irjen Pol. Maith menambahkan bahwa program tersebut merupakan gagasan langsung dari Menteri Dalam Negeri.

Program ini muncul dari kebutuhan memperkenalkan fungsi BNPP RI secara luas demi memperkuat literasi publik terkait keutuhan wilayah negara.

Plt.

Kepala Biro Keuangan, Umum, dan Humas BNPP RI, Belly Isnaeni, memaparkan strategi komunikasi publik yang dirancang agar isu perbatasan lebih dekat dan relevan bagi calon pemimpin bangsa.

>>> Barcelona Batal Permanenkan Marcus Rashford, Buka Opsi Peminjaman Baru

"Perbatasan adalah ruang hidup bersama yang mencerminkan kehadiran negara, kepastian hukum, keadilan, dan perlindungan bagi rakyat," tutur Belly Isnaeni.

Kelompok Ahli BNPP RI, Robert Simbolon, mengajak peserta melihat perbatasan sebagai entitas utuh yang membentuk sistem sosial, budaya, ekonomi, dan politik.

Menurutnya, perbatasan menjalankan fungsi formal serta substansial dalam pengaturan administrasi nasional maupun hubungan internasional.

Robert menyatakan bahwa tantangan pengelolaan wilayah perbatasan Indonesia kian kompleks akibat kondisi geografis yang 75 persen berupa perairan, sehingga sangat terbuka terhadap pergerakan lintas negara.

Kepala Bidang Koordinasi Pelaksanaan Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan, Sri Ratna Pasiak, menyoroti peran strategis pemerintah daerah.

Ia menjelaskan perbatasan merupakan cerminan kehadiran negara untuk masyarakat, khususnya di Provinsi Sulawesi Utara.

Sri Ratna memaparkan wilayah perbatasan Sulawesi Utara memiliki potensi pertanian seperti pala, kelapa, dan cengkeh, serta sektor kelautan dan perikanan yang berpeluang besar menggerakkan perdagangan nasional hingga komoditas ekspor.

Koordinator Program S3 Doktor Administrasi Publik FISH Universitas Negeri Manado, Goinpeace H. Tumbel, mengungkapkan kawasan perbatasan masih menghadapi kendala mendasar berupa keterbatasan infrastruktur dasar, akses pendidikan, serta ancaman krisis nasionalisme.

Goinpeace berpendapat bahwa bela negara harus diwujudkan lewat penguasaan kompetensi nyata demi partisipasi inklusif generasi muda dalam pembangunan.

>>> Eric Chelle Ungkap Alasan Portugal Pilih Nigeria Sebagai Lawan Uji Coba

Kegiatan di Sulawesi Utara ini merupakan edisi ketiga dari rangkaian program BNPP MENYALA setelah sebelumnya digelar di Kalimantan Barat dan Belu, Nusa Tenggara Timur.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru