Kepala Bidang Koordinasi Pelaksanaan Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan, Sri Ratna Pasiak, menyoroti peran strategis pemerintah daerah.
Ia menjelaskan perbatasan merupakan cerminan kehadiran negara untuk masyarakat, khususnya di Provinsi Sulawesi Utara.
Sri Ratna memaparkan wilayah perbatasan Sulawesi Utara memiliki potensi pertanian seperti pala, kelapa, dan cengkeh, serta sektor kelautan dan perikanan yang berpeluang besar menggerakkan perdagangan nasional hingga komoditas ekspor.
Koordinator Program S3 Doktor Administrasi Publik FISH Universitas Negeri Manado, Goinpeace H. Tumbel, mengungkapkan kawasan perbatasan masih menghadapi kendala mendasar berupa keterbatasan infrastruktur dasar, akses pendidikan, serta ancaman krisis nasionalisme.
Goinpeace berpendapat bahwa bela negara harus diwujudkan lewat penguasaan kompetensi nyata demi partisipasi inklusif generasi muda dalam pembangunan.
>>> Eric Chelle Ungkap Alasan Portugal Pilih Nigeria Sebagai Lawan Uji Coba
Kegiatan di Sulawesi Utara ini merupakan edisi ketiga dari rangkaian program BNPP MENYALA setelah sebelumnya digelar di Kalimantan Barat dan Belu, Nusa Tenggara Timur.