⌂ Beranda News Sejarah Insiden Kecelakaan Pesawat yang Diduga Sengaja Dijatuhkan Pilot

Sejarah Insiden Kecelakaan Pesawat yang Diduga Sengaja Dijatuhkan Pilot

Sejarah Insiden Kecelakaan Pesawat yang Diduga Sengaja Dijatuhkan Pilot
Ilustrasi kecelakaan pesawat yang diduga sengaja dijatuhkan pilot
A A Ukuran Teks16px

Faktor teknis, cuaca ekstrem, dan kelalaian manusia umumnya menjadi penyebab kecelakaan pesawat.

Namun, ada sejumlah insiden langka di mana hasil investigasi mengindikasikan pesawat sengaja dijatuhkan oleh oknum di dalamnya.

>>> PBTI Matangkan Persiapan Asian Indonesia Open Taekwondo Championships 2026

Beberapa kejadian melibatkan kapten atau kopilot yang diduga mengarahkan pesawat menuju kehancuran.

Ada pula insiden di mana awak kabin, teknisi, atau staf bandara membawa kabur pesawat untuk aksi bunuh diri atau kriminalitas.

Tragedi Germanwings 4U9525 pada 2015 menjadi contoh yang paling diingat, saat kopilot diduga sengaja menabrakkan pesawat ke Pegunungan Alpen.

Peristiwa serupa telah terjadi beberapa kali dalam beberapa dekade terakhir dan memicu perdebatan di kalangan penyidik penerbangan.

Daftar Kecelakaan Udara yang Diduga Disengaja

Berikut adalah daftar kecelakaan udara yang diduga melibatkan tindakan sengaja oleh kru pesawat, berdasarkan data Aviation Safety Network dan laporan investigasi resmi.

SilkAir 185 (19 Desember 1997)

Pesawat Boeing 737 maskapai SilkAir dengan nomor penerbangan MI185 jatuh di Sungai Musi, Sumatera Selatan, dalam rute Jakarta menuju Singapura.

KNKT Indonesia tidak memberikan kesimpulan pasti mengenai penyebab kecelakaan.

Penyelidikan oleh NTSB Amerika Serikat menyimpulkan kapten pilot kemungkinan sengaja menjatuhkan pesawat setelah alat FDR dan CVR mati.

Kesimpulan ini masih memicu perdebatan di industri penerbangan internasional. Insiden ini menewaskan 104 orang.

EgyptAir 990 (31 Oktober 1999)

Pesawat Boeing 767 milik EgyptAir jatuh ke Samudra Atlantik sekitar 30 menit setelah lepas landas dari Bandara JFK, New York, menuju Kairo.

NTSB menyimpulkan penurunan ketinggian ekstrem akibat respons kendali yang digerakkan kopilot.

Pemerintah Mesir menolak keras hasil tersebut dan bersikeras kecelakaan disebabkan kerusakan teknis. Kasus ini tetap menjadi salah satu yang paling kontroversial dalam sejarah penerbangan.

Kecelakaan merenggut 217 jiwa.

LAM Mozambique Airlines 470 (29 November 2013)

Pesawat Embraer ERJ-190 milik LAM Mozambique Airlines jatuh di Namibia saat terbang dari Maputo menuju Luanda.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru