⌂ Beranda News Pramono Anung Buka Peluang Tambah Golongan Warga Gratis Naik Transjakarta

Pramono Anung Buka Peluang Tambah Golongan Warga Gratis Naik Transjakarta

Pramono Anung Buka Peluang Tambah Golongan Warga Gratis Naik Transjakarta
Bus Transjakarta di Jakarta
A A Ukuran Teks16px

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka peluang menambah jumlah golongan masyarakat yang mendapatkan fasilitas gratis naik transportasi umum di Jakarta.

Hal ini disampaikan pada Kamis (11/6/2026).

>>> Candra Wijaya Gelar Turnamen Bulu Tangkis Spesialis Ganda 2026

Rencana perluasan insentif tersebut bergulir di tengah proses pengkajian penyesuaian tarif layanan Transjabodetabek. Pemerintah daerah memastikan kebijakan tarif baru tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengarahkan agar subsidi angkutan umum lebih tepat sasaran. Skema subsidi silang akan diterapkan untuk kelompok yang benar-benar membutuhkan.

Subsidi Silang untuk Keadilan

Pramono Anung menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mengampanyekan pembebasan tarif bagi warga yang berhak.

"Bahkan Pemerintah DKI Jakarta terus akan mengampanyekan bagi warga Jakarta 15 golongan dan kemungkinan akan kita tambah golongannya, akan kita gratiskan," ujarnya.

"Karena harus supaya subsidi silangnya itu lebih adil, bagi yang tidak mampu, gratis," kata Pramono.

Masyarakat dengan ekonomi lebih mapan akan dibebankan tarif lebih tinggi untuk mendukung subsidi bagi warga kurang mampu.

"Bagi yang mampu, ya bayarnya lebih tinggi sedikit," ucap Pramono.

>>> Pemerintah Pastikan Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tidak Naik

Pemerintah daerah juga meluruskan isu kenaikan harga tiket. Pramono membantah informasi bahwa seluruh rute Transjabodetabek naik seragam Rp10 ribu hingga Rp15 ribu.

"Seakan-akan Transjabodetabek itu akan naik Rp 10 sampai Rp 15 ribu jadinya. Memang akan mengalami penyesuaian harga, terutama beberapa ruas yang panjang dan kemudian memerlukan tambahan," jelasnya.

Beberapa rute spesifik yang membutuhkan penyesuaian antara lain layanan menuju Bandara Soekarno-Hatta karena biaya operasional tambahan seperti tarif parkir.

Penyesuaian juga diperlukan untuk rute jarak jauh lain seperti jalur menuju Bogor.

Pemprov DKI Jakarta menjamin pengaturan tarif baru tidak memberatkan masyarakat secara keseluruhan. "Tetapi tidak semua Transjabodetabek kenaikannya akan tinggi.

Karena bagaimanapun, sebagai gubernur, saya juga mempertimbangkan kemampuan masyarakat dalam kondisi yang seperti ini," kata Pramono.

Saat ini formulasi besaran tarif masih dalam tahap finalisasi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadwalkan pengumuman resmi dalam waktu dekat.

>>> Pemerintah Naikkan Harga Pertamax Jadi Rp16.250 Per Liter

"Nah, mengenai angkanya berapa, nanti pada saatnya, dalam waktu dekat ini kami umumkan," pungkas Pramono.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru