Timnas Swiss memasuki fase transisi setelah Piala Eropa 2024. Sejumlah pemain pilar memutuskan pensiun dari tim nasional.
Penjaga gawang Yann Sommer, bek Fabian Schar, dan penyerang Xherdan Shaqiri telah mengakhiri karier internasional mereka. Situasi ini menempatkan Granit Xhaka sebagai pemimpin utama di lapangan.
>>> Iran Tunda Pemakaman Kenegaraan Ayatollah Ali Khamenei hingga Akhir Juni
Gelandang berusia 33 tahun itu kini mengemban tanggung jawab besar. Ia harus membimbing skuad muda Swiss di Piala Dunia 2026.
Performa Impresif di Kualifikasi
Swiss lolos ke putaran final dengan status juara Grup B Kualifikasi zona Eropa. Mereka tampil produktif dengan mencetak 14 gol dan hanya kebobolan dua kali dalam enam pertandingan.
Xhaka juga tampil gemilang bersama Sunderland di Premier League musim 2025/2026. Ia membantu tim promosi tersebut menembus kompetisi Eropa.
Ini akan menjadi penampilan keempat Xhaka di Piala Dunia. Ia menunjukkan kedewasaan dan tidak lagi emosional seperti masa mudanya.
>>> Hwang In-Beom Jadi Kunci Lini Tengah Korea Selatan di Piala Dunia 2026
“Saya masih punya keinginan untuk menaklukkan prestasi baru.
Dengan tekad seluruh tim, kami ingin mewujudkan mimpi tim nasional Swiss,” kata Xhaka sebelum berangkat ke Amerika Serikat.
Swiss akan memulai perjuangan di Grup B melawan Qatar. Pertandingan digelar di Levi's Stadium, Santa Clara, pada Minggu (14/6/2026) dini hari WIB.
>>> Harga Emas Pegadaian 12 Juni 2026 Kompak Turun, Antam Kini Rp 2,797 Juta per Gram
Xhaka bertekad membawa Swiss melangkah lebih jauh dari babak 16 besar. Dalam tiga edisi terakhir, langkah Swiss selalu terhenti di fase tersebut.