Republik Ceko harus mengakui keunggulan Korea Selatan dengan skor 1-2 pada laga pembuka Grup A Piala Dunia 2026, Jumat (12/6/2026).
Hasil ini menghentikan catatan impresif enam pertandingan tanpa kekalahan yang sebelumnya dipegang tim asuhan Miroslav Koubek.
>>> Pemkot Serang Salurkan BOSDA untuk 24 SMP Swasta Gratis
Ceko sempat unggul lebih dulu melalui sundulan Ladislav Krejci. Namun, Korea Selatan berhasil membalikkan keadaan lewat gol Hwang In-beom dan Oh Hyeon-gyu.
Pelatih Ceko Akui Keunggulan Lawan
Pelatih Republik Ceko, Miroslav Koubek, mengapresiasi kerja keras pemainnya meski kecewa dengan hasil akhir.
"Kami memang membuat beberapa kesalahan, tetapi juga menciptakan peluang. Lawan kami bermain sangat cepat," kata Koubek.
Ia menambahkan bahwa timnya sudah berjuang maksimal, namun mengakui performa Korea Selatan lebih baik pada pertandingan tersebut.
"Tim yang lebih baik memenangkan pertandingan. Kami harus berjuang dan kami sudah melakukannya," lanjutnya.
Koubek menyoroti efektivitas serangan di area sepertiga akhir lapangan sebagai ruang perbaikan utama.
>>> Scott McTominay Absen Latihan Jelang Laga Perdana Skotlandia di Piala Dunia 2026
"Kami harus lebih menyerang dan lebih kreatif di 30 meter terakhir. Dalam hal menyerang, kami masih memiliki banyak ruang untuk berkembang," ujarnya.
Cuaca panas membuat beberapa pilar penting seperti Patrik Schick dan Pavel Sulc kelelahan dan harus digantikan di babak kedua.
Namun, Koubek melihat sisi positif dari debut kompetitif gelandang muda Alexandr Sojka di timnas senior.
"Kami baru saja menghadapi lawan yang sulit dan akan kembali menghadapi lawan sulit berikutnya. Wajar jika para pemain kelelahan," kata Koubek.
Tantangan berikutnya bagi Ceko adalah perjalanan jauh menuju Atlanta untuk pertandingan krusial berikutnya.
"Kami harus menerimanya karena itulah yang sudah direncanakan. Tim logistik bekerja dengan baik, tetapi memang tidak ideal," ujarnya.
>>> IHSG Sesi I 12 Juni 2026 Melesat ke Level 6.043 Ditopang Reli Bursa Asia
Republik Ceko akan bertanding melawan Afrika Selatan pada 18 Juni untuk menjaga peluang lolos.