Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintahannya membuka ruang kritik seluas-luasnya dan berkomitmen menjaga iklim demokrasi di Indonesia. Sikap ini mendapat respons positif dari kalangan akademisi.
Achmad Baidowi, akademisi Ilmu Pemerintahan Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB), menilai kesiapan Presiden Prabowo menerima kritik patut diapresiasi demi menjaga iklim demokrasi nasional.
>>> Anak Muda Gandrungi Mobil Retro Peugeot Karena Harga Terjangkau
Ia menambahkan, kesediaan menelaah masukan secara mendalam menunjukkan bahwa Presiden Prabowo adalah pemimpin yang peduli terhadap fakta dan data.
Hal ini penting agar tidak salah dalam mengambil keputusan, kata Achmad Baidowi.
Respons cepat pemerintah juga disoroti melalui perbaikan tata kelola di Badan Gizi Nasional (BGN) serta penegakan hukum bagi anggota kabinet tanpa intervensi.
Presiden tidak menutup mata dengan buruknya tata kelola di BGN dengan mengganti tiga pimpinan sekaligus serta tidak menghalangi proses hukum.
>>> Festival Muharram 2026 Digelar Pemprov DKI Jakarta Pertengahan Juni
Kebijakan penegakan hukum tersebut dinilai memperkuat bukti kepedulian pemerintah terhadap tuntutan masyarakat luas.
Sebelumnya, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi yang dipilih oleh lebih dari 90 juta rakyat dalam pemilu bebas dan adil.
Ia selalu menimbang setiap masukan berdasarkan kondisi nyata yang dihadapi masyarakat.
>>> Peralatan Latihan Timnas Inggris Dicuri Jelang Piala Dunia 2026
Prabowo selalu membiasakan diri menelaah setiap kritik yang ditujukan kepada pemerintahnya dan menimbangnya berdasarkan fakta serta realitas yang dihadapi rakyat.