DANA Indonesia memanfaatkan teknologi digital untuk mengampanyekan pelestarian laut dan menjaga ekosistem pesisir. Langkah ini diwujudkan melalui fitur Ocean Buddy di aplikasi DANA.
Fitur Ocean Buddy merupakan permainan interaktif yang memungkinkan pengguna mengumpulkan poin untuk program konservasi. Poin tersebut dikonversi menjadi dukungan bagi penyelamatan hiu paus di pesisir selatan Pulau Jawa.
>>> Polisi Tangkap Empat Pelaku Narkoba Usai Pengejaran di Ciledug
Program ini bekerja sama dengan Ant International dan Conservation International. DANA juga mengadakan aksi nyata pembersihan sampah di Pantai Petitenget, Badung, Bali, pada Jumat (13/6/2026).
Kolaborasi untuk Lingkungan
Kegiatan bersih pantai melibatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pemerintah Provinsi Bali, serta relawan lokal.
Menurut Olavina Harahap, Director of Communications DANA Indonesia, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir.
Olavina menekankan pentingnya kesadaran individu untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan. "Teknologi dan inovasi digital memang dapat mempercepat perubahan.
Namun, perubahan yang berkelanjutan juga membutuhkan kesadaran dari setiap individu," ujarnya.
DANA melihat kerusakan lingkungan pesisir berdampak langsung pada sektor perekonomian. Berdasarkan data KKP, akumulasi sampah di laut berpotensi menurunkan pendapatan nelayan hingga 30%.
>>> Argentina Geser Spanyol dan Perancis untuk Rebut Ranking Satu FIFA
"Karena kami bergerak di ekonomi digital, kami juga melihat bagaimana ekonomi bakal terdampak kalau lingkungannya rusak," kata Olavina.
Ia menambahkan bahwa penurunan pendapatan nelayan akan memengaruhi daya beli dan ekonomi digital.
Selain fokus pada ekosistem laut, DANA Indonesia menjalankan program SisBerdaya untuk pemberdayaan pelaku UMKM perempuan.
Program yang memasuki tahun keempat ini menyediakan pelatihan, mentoring, kompetisi modal usaha, dan business matching, termasuk bagi penyandang disabilitas.
Olavina menjelaskan bahwa kontribusi UMKM lebih dari 60% terhadap PDB, dan lebih dari 60% UMKM dikelola oleh perempuan.
>>> AS Tembak Jatuh Drone Iran di Selat Hormuz, Jalur Pelayaran Tetap Aman
Namun, perempuan sering kesulitan mendapatkan akses kredit, pemberdayaan, dan pelatihan. "Karena itu kami menghadirkan SisBerdaya," ujarnya.