>>> Ruud Gullit Puji Suporter Kanada yang Ramah terhadap Pemain Imigran
Strategi penjualan bergeser ke ritel modern. ShanJay Cook mulai masuk ke supermarket melalui skema konsinyasi.
"Saya coba konsinyasi di Supermarket dekat rumah, di Pasar Laris ada lima toko," ungkap Vivi. Ternyata, warga perumahan di sekitar banyak mencari bumbu instan.
Vivi juga memanfaatkan WhatsApp untuk promosi. Setiap story, pasti ada yang pesan.
Modal awal ShanJay Cook sekitar Rp10 juta. Kini, omzetnya mencapai Rp15 juta per bulan.
Penjualan terbanyak dari toko-toko dan ruang catering.
ShanJay Cook memiliki dua ukuran kemasan. Vivi lebih menonjolkan ukuran kecil untuk memperkenalkan produk ke pelanggan baru.
Harga kemasan kecil Rp30.000, besar Rp40.000. Di Pasar Laris Taman Surya, harga berkisar Rp35.000 hingga Rp45.000.
Ke depan, Vivi menargetkan pasar yang lebih luas. Fokusnya saat ini adalah meningkatkan strategi branding.
Sementara itu, Koordinator Rumah BUMN BRI, Jajang Rohmana, mengatakan pihaknya hadir sebagai wadah bagi UMKM untuk berkembang. Pembinaan diberikan secara gratis.
Menurut Jajang, UMKM tidak hanya tumbuh, tetapi bertransformasi menuju kemandirian ekonomi digital. Vivi adalah contoh nyata pelaku usaha yang berhasil naik kelas.
Rumah BUMN BRI menaungi sekitar 11.000 UMKM, dengan 6.000 di antaranya aktif mengikuti program pemberdayaan. Program mencakup pelatihan, legalitas, dan pendampingan.
>>> Tiga Wakil Indonesia Tembus Final Australian Open 2026
"Setiap senyuman dari pelaku UMKM yang berhasil naik kelas adalah energi bagi kami," ujar Jajang.