⌂ Beranda News CIPS: Kenaikan Harga Pertamax Berpotensi Tekan Omzet UMKM

CIPS: Kenaikan Harga Pertamax Berpotensi Tekan Omzet UMKM

CIPS: Kenaikan Harga Pertamax Berpotensi Tekan Omzet UMKM
Pertamax di SPBU Pertamina
A A Ukuran Teks16px

Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM jenis Pertamax merugikan pelaku UMKM. Penyesuaian tarif BBM non-subsidi ini resmi berlaku sejak 10 Juni 2026.

Pemerintah menaikkan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter.

>>> Wamendagri Bima Arya Tekankan Sinergi Pemda untuk Pacu Ekonomi

Kebijakan ini memicu kekhawatiran karena berpotensi mengubah pola konsumsi masyarakat, terutama kelas menengah yang menjadi motor ekonomi.

Peneliti Senior CIPS Hasran menyatakan lonjakan harga Pertamax memaksa konsumen memangkas anggaran belanja. Hal ini berdampak langsung pada omzet pelaku usaha kecil.

“Ketika pengeluaran untuk kebutuhan dasar bertambah, ruang belanja masyarakat untuk kebutuhan lainnya menyempit,” kata Hasran dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6/2026).

Berdasarkan data BPS, kelas menengah dan menuju kelas menengah mencapai 66,35 persen dari total penduduk Indonesia. Kelompok ini mendominasi 81,49 persen total pengeluaran rumah tangga nasional.

Konsumsi rumah tangga menyumbang 54 persen terhadap PDB.

Pengurangan belanja rumah tangga diprediksi menyasar konsumsi non-primer. Warga diperkirakan mengurangi aktivitas makan di luar, membeli produk siap saji, hingga memotong anggaran rekreasi.

>>> Polisi Selidiki Dugaan Pembiusan Wanita di Lapangan Sempur Bogor

“Banyak UMKM bergantung pada belanja kelas menengah.

Ketika konsumen menahan pengeluaran, dampaknya terlihat pada penjualan usaha kecil, terutama di sektor makanan dan minuman,” ujar Hasran.

Pelaku UMKM juga menghadapi lonjakan biaya produksi akibat pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Harga bahan baku impor seperti kedelai, gandum, dan gula ikut naik.

Rekomendasi CIPS

CIPS merekomendasikan pemerintah mengambil langkah taktis.

Solusi yang ditawarkan meliputi pengurangan hambatan non-tarif, peninjauan tarif impor bahan baku, penyederhanaan prosedur ekspor-impor, digitalisasi layanan, serta penguatan logistik.

>>> Polisi Tangkap Sopir Truk Tabrak Lari Tokoh Pramuka di Tangerang

“Ketahanan UMKM sangat ditentukan oleh kemampuan memperoleh bahan baku dan menjalankan usaha dengan biaya kompetitif,” kata Hasran.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru