Pandemi COVID-19 di awal 2020 memunculkan banyak pelaku UMKM baru. Salah satunya Jo Viviani Sanita, pendiri ShanJay Cook, jenama bumbu masakan instan khas Aceh.
Vivi memulai perjalanan bisnisnya dari nol. Sebelum sukses meracik bumbu, ia bergelut di bidang yang jauh berbeda.
>>> Carlo Ancelotti Siap Debut Piala Dunia Bersama Timnas Brasil
Banting Setir dari Tas Anak ke Bumbu Aceh
Awalnya, Vivi menjual tas anak. Namun, pandemi membuat sekolah libur dan bisnisnya terhenti.
Ia memutuskan beralih ke kuliner. Alasannya, makanan memiliki pasar yang luas dan lebih unik.
Inspirasi datang dari sang suami yang menyukai kuliner kampung halamannya di Kota Sigli, Aceh. Awalnya, mereka mendapat kiriman bumbu instan dari keluarga di Aceh.
Vivi dan suami kemudian belajar meracik bumbu Aceh asli langsung ke rumah saudara di Aceh. Meski bukan penggemar memasak, Vivi termotivasi untuk menghidangkan makanan khas Aceh.
Lambat laun, mereka berhasil membuat resep Mie Goreng Aceh, Mie Gulai Aceh, hingga Mie Kocok Aceh. Vivi mulai mempromosikan makanan tersebut ke grup WhatsApp dan orang terdekat.
Responsnya positif. Banyak yang memesan, sehingga mereka mulai membuka pre order pada 2021.
Mengemas Bumbu Instan agar Tahan Lama
Saat pandemi mereda dan suami kembali bekerja, usaha Vivi berada di persimpangan. Ia pun memutar otak dengan mengemas bumbu instan siap masak.
Awalnya, kemasan masih biasa sehingga bumbu harus disimpan di kulkas atau freezer. Vivi kemudian beralih ke teknologi sterilisasi retort agar produk tahan hingga satu tahun tanpa pengawet.
Untuk memperluas pasar, Vivi bergabung dengan komunitas UMKM. Langkah besarnya dimulai pada 2025 saat menjadi binaan Rumah BUMN BRI.
Di sana, ia mengikuti pelatihan intensif, termasuk branding dan penggunaan AI untuk promosi digital. Rumah BUMN BRI juga membantu pembuatan konten promosi.
Perlahan, usahanya semakin terarah. Vivi kini mampu memproduksi bumbu instan dalam skala besar dan memiliki stok siap kirim.