Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti tajam tata kelola anggaran dan kerawanan korupsi pada sektor pengadaan barang dan jasa (PBJ) di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Kota Ternate.
Sorotan tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi pencegahan korupsi yang digelar di Ternate pada 10-11 Juni 2026.
>>> Qatar Siap Hadapi Swiss di Laga Kedua Grup B Piala Dunia 2026
Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah V KPK, Maruli Tua Manurung, mengatakan lembaganya kini fokus pada perencanaan pembangunan, penganggaran APBD, dan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ).
"Saat ini KPK lebih fokus ke perencanaan pembangunan dan penganggaran dalam APBD dan juga pada Bagian Pengadaan Barang dan Jasa atau BPBJ," ujar Maruli Tua.
Rentan Korupsi
KPK menilai Kota Ternate masih berada pada area rentan korupsi berdasarkan Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025.
Maruli menekankan perlunya perbaikan pengelolaan anggaran dan ASN di daerah tersebut.
"Maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pemda untuk dilakukan perbaikan, di antaranya pengelolaan anggaran dan pengelolaan ASN," ungkapnya.
KPK juga memperketat pengawasan terhadap usulan pokok pikiran (Pokir) DPRD agar sesuai Permendagri dan berbasis aspirasi masyarakat melalui reses.
"Untuk perencanaan kami lebih fokus ke pokok pikiran (Pokir) DPRD yang sesuai ketentuan dalam Permendagri.
Sehingga harus dilakukan secara benar dan memang dibutuhkan oleh masyarakat atau berbasis aspirasi dari masyarakat melalui reses," tegas Maruli.
Wali Kota Ternate, M.
Tauhid Soleman, menyatakan komitmen pemda untuk memetakan dan memperbaiki kelemahan tata kelola sesuai batas waktu mitigasi dari KPK.
"Minimal kita sudah punya mitigasi untuk mampu melakukan perbaikan dari sisi kelemahan mana saja, sesuai waktu yang diberikan KPK," ujarnya.
Pemerintah Kota Ternate juga berupaya menaikkan skor standar penilaian minimal (SPM) pencegahan korupsi yang saat ini masih di angka 72.
"Dengan begitu kita akan tingkatkan lagi agar bisa melebihi skor atau nilai dari SPM untuk bisa masuk pada zona kuning atau hijau," pungkas Tauhid.