⌂ Beranda News IHSG Diprediksi Menguat Pekan Depan Didukung Aliran Dana Asing dan Rupiah

IHSG Diprediksi Menguat Pekan Depan Didukung Aliran Dana Asing dan Rupiah

IHSG Diprediksi Menguat Pekan Depan Didukung Aliran Dana Asing dan Rupiah
Grafik pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang menunjukkan pelemahan
A A Ukuran Teks16px

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan momentum penguatan pada pekan depan. Proyeksi ini didukung oleh aliran dana asing yang kembali masuk dan penguatan nilai tukar rupiah.

Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Azharys Hardian, menyebutkan bahwa investor asing mencatatkan aksi beli bersih Rp287 miliar pada Jumat (12/6/2026).

>>> Bocah Korban Perundungan di Taman Kramat Alami Trauma Berat

Hal ini menjadi salah satu pendorong utama penguatan IHSG.

Azharys memproyeksikan IHSG akan bergerak di rentang support 5.920 hingga resistance 6.200.

Pada akhir pekan lalu, IHSG ditutup melonjak 2,07 persen atau naik 121,623 poin ke level 6.007,656.

Selain aliran dana asing, penguatan rupiah ke level Rp17.700 per dolar AS juga menjadi katalis positif.

Azharys menambahkan bahwa dalam kondisi pengetatan moneter, saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi pilihan menarik.

"Saham-saham big banks dan BBTN menjadi pilihan utama yang sangat menarik untuk dicermati karena diuntungkan oleh tren suku bunga tinggi," ujar Azharys.

Katalis tambahan bagi sektor perbankan berasal dari survei Bloomberg yang mengindikasikan Bank Indonesia berpotensi menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada pekan ini.

Selain perbankan, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) juga dinilai layak dicermati. Secara teknikal, saham ini berhasil menembus level EMA10 yang mengindikasikan kelanjutan tren penguatan.

>>> Studi Ungkap Alasan Musik Mampu Menggugah Emosi Kuat Manusia

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh hasil Rapat Dewan Gubernur BI dan keputusan suku bunga The Fed. Konsensus pasar memperkirakan bank sentral AS masih akan mempertahankan suku bunga acuannya.

Proyeksi Analis Lain

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG bergerak menguat terbatas pada rentang support 5.825 dan resistance 6.112.

Ia mengingatkan adanya potensi fluktuasi pasar karena tiga agenda penting.

Ketiga agenda tersebut adalah MSCI Market Accessibility Review pada 18 Juni, FTSE Rebalancing pada 19 Juni, dan MSCI Market Classification Review pada 23 Juni 2026.

Hasil dari agenda ini dapat mempengaruhi aliran dana asing.

"Kalau Indonesia masih bertahan di EM (emerging market) dan mampu membenahi dari sisi pasar modal dan kebijakan fiskalnya, maka dapat diperkirakan akan terjadi inflow ke pasar modal Indonesia.

Namun sebaliknya, jika masuk ke FM (frontier market), yang akan terjadi adalah outflow yang relatif besar," ucap Herditya.

>>> Bocah Korban Perundungan di Taman Kramat Mulai Membaik Pascakoma

Untuk perdagangan pekan depan, Herditya merekomendasikan saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dengan target harga Rp650 hingga Rp670, PT Indika Energy Tbk (INDY) di rentang Rp2.560 sampai Rp2.810, serta PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) pada kisaran Rp930 sampai Rp990.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru