Para ilmuwan terus mengembangkan upaya memperlambat penuaan sel. Studi terbaru menunjukkan terapi anti-penuaan tertentu berhasil memperpanjang usia hidup hewan percobaan hingga 25 persen.
Riset yang dipublikasikan dalam jurnal Nature ini meneliti peran protein peradangan bernama interleukin-11 (IL-11). Kadar protein tersebut diketahui meningkat secara alami seiring bertambahnya usia.
>>> Piala Dunia 2026 Hari Ketiga: Empat Laga dari Grup B, C, dan D
Kadar IL-11 yang tinggi memicu peradangan kronis. Kondisi ini berkaitan dengan berbagai penyakit seperti kanker, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan demensia.
Dokter keluarga osteopatik bersertifikat, Joseph Mercola, menjelaskan bahwa peradangan kronis merupakan salah satu pendorong utama penuaan.
"Proses yang kami sebut sebagai inflammaging ini berada di pusat berbagai masalah kesehatan yang berkaitan dengan usia," kata Mercola.
Ia menambahkan bahwa seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami akumulasi kerusakan sel akibat racun lingkungan, metabolisme, dan keausan alami.
Kondisi ini memicu sistem imun menghasilkan protein peradangan, termasuk IL-11.
Respons tersebut awalnya bersifat melindungi tubuh. Namun, mekanisme ini dapat menjadi tidak terkendali dan justru mempercepat proses penuaan.
Dalam penelitian, tikus diberikan obat anti-IL-11 sejak usia 75 minggu (setara 55 tahun pada manusia) hingga akhir hidupnya.
Hasilnya, tikus jantan yang menerima terapi mengalami peningkatan usia hidup rata-rata 22,5 persen. Sementara tikus betina mencapai peningkatan hingga 25 persen dibanding kelompok tanpa pengobatan.
>>> Manchester United Bidik Alex Scott dan Mateus Fernandes untuk Perombakan Lini Tengah
Tikus yang mendapat terapi juga menunjukkan penurunan angka kematian akibat kanker. Kasus penyakit terkait fibrosis, peradangan kronis, dan gangguan metabolisme ditemukan lebih rendah.
Peneliti juga mengamati peningkatan fungsi otot dan kondisi fisik yang lebih baik pada kelompok penerima terapi. Efek samping yang muncul tergolong minimal.
Mekanisme Menekan Peradangan Tubuh
Menurut Joseph Mercola, penghambatan IL-11 membantu menurunkan berbagai sinyal peradangan yang mempercepat penuaan. "Dengan menghambat IL-11, para peneliti mampu menyeimbangkan kembali jalur-jalur penting dalam sel," ujarnya.
Terapi tersebut bekerja memperbaiki metabolisme, mengurangi penuaan sel (cellular senescence), serta mengaktifkan kembali sejumlah proses biologis yang bermanfaat.
Perbaikan terjadi pada berbagai sistem tubuh sekaligus.
Kebutuhan Uji Klinis pada Manusia
Meski hasil penelitian ini menjanjikan, para ahli mengingatkan bahwa terapi antibodi anti-IL-11 saat ini belum tersedia untuk manusia.
"Pendekatan ini masih memerlukan uji klinis yang panjang untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya pada manusia," ucap Mercola.
Sambil menunggu riset lebih lanjut, masyarakat disarankan fokus pada metode yang terbukti mengurangi peradangan kronis.
>>> Pemprov DKI Padamkan Lampu Bundaran HI Selama Satu Jam
Langkah tersebut meliputi pola makan antiinflamasi, olahraga rutin, pemenuhan vitamin D, dan menjaga gaya hidup sehat.