⌂ Beranda News Stres Akibat Hubungan Toksik Percepat Penuaan Biologis Sel Tubuh

Stres Akibat Hubungan Toksik Percepat Penuaan Biologis Sel Tubuh

Stres Akibat Hubungan Toksik Percepat Penuaan Biologis Sel Tubuh
Ilustrasi stres akibat hubungan toksik mempercepat penuaan sel
A A Ukuran Teks16px

Berinteraksi dengan orang yang terus-menerus memicu konflik dan menguras emosi ternyata tidak hanya merugikan kesehatan mental, tetapi juga fisik.

Stres kronis akibat hubungan toksik terbukti mampu mempercepat penuaan biologis pada sel-sel tubuh, demikian temuan penelitian yang dipublikasikan di jurnal PNAS.

>>> Polri Beri Dispensasi Perpanjangan SIM Mati Tanpa Bikin Baru

Penelitian yang melibatkan 2.345 responden berusia 18-104 tahun ini menganalisis sampel air liur untuk melacak perubahan penanda kimia pada DNA.

Hasilnya menunjukkan bahwa keberadaan satu orang toksik dalam kehidupan seseorang dapat mempercepat penuaan sel sebesar 1,5 persen, membuat sel terlihat sembilan bulan lebih tua dari usia sebenarnya.

Dampak Lebih Besar pada Wanita

Kerusakan pada tingkat sel ini lebih banyak menyerang wanita dibanding pria.

in2

Kehadiran pemicu masalah menimbulkan stres kronis yang merangsang pelepasan hormon kortisol, yang kemudian memicu peradangan tubuh.

Menurut profesor sosiologi di NYU, Byungkyu Lee, PhD, hampir 30 persen orang dewasa melaporkan adanya seseorang di lingkaran terdekat yang secara rutin membuat hidup lebih sulit.

"Orang-orang toksik ini tidak hanya membuat stres, tetapi juga dikaitkan dengan percepatan penuaan biologis, peradangan, depresi, kecemasan, dan beban penyakit kronis yang lebih tinggi," jelas Lee.

Konflik Keluarga vs Pasangan

Riset mencatat bahwa tekanan dari teman dan keluarga membawa kerusakan biologis yang lebih dalam dibanding konflik dengan pasangan hidup.

Interaksi suami istri biasanya masih diisi momen keintiman harian yang mampu menyeimbangkan ketegangan emosional saat konflik.

>>> Pemerintah India Blokir Telegram Selama Sepekan Cegah Kecurangan Ujian

Sebaliknya, gesekan dengan keluarga kandung sulit dihindari dan jarang memiliki titik keseimbangan yang setara.

"Keluarga dapat menciptakan stres yang terasa tertanam dalam dan sulit dihindari, tanpa campuran penyeimbang dari keintiman harian dan investasi bersama," tambah Lee.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru