Sepanjang sejarah Piala Dunia, kedua negara baru bertumpuk satu kali pada edisi 1998 yang dimenangi oleh Brasil.
Namun, Maroko datang dengan bekal rekam jejak yang mengejutkan. Wakil Afrika tersebut sempat menumbangkan Brasil dengan skor 2-1 dalam laga uji coba pada tahun 2023.
Ketangguhan Maroko juga terbukti lewat torehan bersejarah di Piala Dunia 2022 lalu. Singa Atlas berhasil menembus babak semifinal setelah mendepak tim raksasa seperti Spanyol dan Portugal.
Kewaspadaan Brasil Terhadap Wakil Afrika
Catatan impresif sang lawan membuat Ancelotti enggan memandang sebelah mata kekuatan Maroko. Dirinya menganggap tim lawan sebagai salah satu kekuatan sepak bola terbesar di benua Afrika saat ini.
Situasi tersebut menuntut Brasil untuk langsung tancap gas sejak peluit pertama dibunyikan. Fokus tinggi sepanjang 90 menit pertandingan menjadi kunci utama untuk mengamankan poin penuh.
"Saya pada dasarnya seorang yang optimistis dan saya sangat percaya diri. Kami siap memainkan pertandingan hebat besok dan menjalani Piala Dunia yang hebat," kata Ancelotti.
Eksperimen taktik dan kedalaman skuad akan diuji langsung oleh kolektivitas permainan Maroko. Ancelotti menginginkan anak asuhnya tampil tanpa cela di setiap lini permainan.
"Kami harus menampilkan performa yang sempurna dalam segala aspek. Dalam sepak bola modern, tidak ada tim yang lemah.
Maroko adalah salah satu tim terbaik di Afrika," ucapnya.
Di atas kertas, Brasil sebenarnya memiliki dominasi yang kuat saat berhadapan dengan utusan dari Afrika di Piala Dunia.
Dari total delapan pertemuan, Selecao berhasil mengemas tujuh kemenangan.
>>> Inter Milan Alihkan Target ke Dan Ndoye Usai Negosiasi Marco Palestra Buntu
Satu-satunya hasil minor Brasil atas wakil Afrika terjadi pada fase grup Piala Dunia 2022. Saat itu, mereka harus mengakui keunggulan Kamerun yang memberikan kekalahan tunggal dalam rekor tersebut.
