⌂ Beranda News PSI Segera Sematkan Jaket Partai kepada Joko Widodo

PSI Segera Sematkan Jaket Partai kepada Joko Widodo

PSI Segera Sematkan Jaket Partai kepada Joko Widodo
Joko Widodo dengan jaket PSI
A A Ukuran Teks16px

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadwalkan penyematan jaket partai kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Langkah ini menjadi tanda resmi penunjukan Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina sekaligus penegasan dirinya keluar dari PDI Perjuangan (PDIP).

>>> Harga Emas Antam 14 Juni 2026 Tidak Berubah pada Level Rp 2.711.000

Ketua DPP PSI Bestari Barus mengungkapkan rencana tersebut pada Sabtu (13/6/2026).

Prosesi simbolis ini akan dipimpin langsung oleh Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, meskipun tanggal pastinya belum ditetapkan.

"Ya, bisa seperti itu (sebelum keliling), bisa mengalir. Yang paling penting adalah bahwa menjadi permakluman publik Pak Jokowi itu bukan sekadar kata-kata saja," kata Bestari.

Bestari menambahkan bahwa langkah ini menjadi bukti formal dan pengumuman kepada masyarakat mengenai status politik mantan Wali Kota Solo tersebut.

"Tetapi nanti, setelah disematkan jaket itu dan diumumkan secara resmi oleh Ketua Umum, itu menjadi permakluman publik sebesar-besarnya bahwa Pak Jokowi sudah bersama PSI dan tidak lagi bersama PDI," sambung Bestari.

Rencana ini memicu tanggapan dari pengamat politik.

Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno pada Minggu (14/6/2026) menilai peresmian tersebut sekadar formalitas karena kedekatan hubungan kedua belah pihak selama ini.

"Soal Jokowi akan resmi berjaket PSI sebagai ketua dewan pembina sebatas formalitas Jokowi adalah PSI.

Sebab, selama ini memang Jokowi sudah jadi imam besar PSI tanpa harus berjaket PSI. Apalagi sebelumnya berulangkali Jokowi berjanji akan total bekerja untuk PSI," ujar Adi.

>>> John McGinn Cetak Gol Bersejarah Skotlandia di Piala Dunia 2026

Adi menganggap seremonial atribut partai itu sengaja dirancang demi menarik simpati konstituen lama Jokowi.

"Penegasan Jokowi berjaket PSI sepertinya diniatkan sebagai upaya untuk menggaet pemilih PDIP yang milih PDIP karena Jokowi," kata Adi.

Meski begitu, Adi menganalisis bahwa karakter pemilih PDIP pada pemilu legislatif sebelumnya memiliki loyalitas yang tidak bergantung pada figur Jokowi.

"Problemnya, pemilih PDIP di 2024 lalu adalah pemilih ideologi dan pemilih militan PDIP, bukan karena Jokowi.

Karena sejak pecah kongsi di pilpres 2024, pengikut Jokowi sudah tak lagi bersama dengan PDIP. Tanpa Jokowi sekalipun, nyatanya PDIP masih menang pileg," tambah Adi.

Selain penyematan jaket, Jokowi juga memiliki agenda melakukan safari politik ke beberapa daerah bersama PSI.

Wilayah prioritas mencakup basis suara lama serta daerah padat penduduk, dengan target awal di Lampung, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Jawa Barat.

"Wilayah prioritas terutama wilayah yang selama ini menjadi basis pemilih Jokowi di Pilpres seperti di Indonesia bagian timur.

>>> Ribuan Calon Dokter Terancam Gagal Dapat Gelar Profesi

Lalu, wilayah dengan jumlah pemilih terbanyak seperti di Pulau Jawa," kata Adi.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru