⌂ Beranda News Perusahaan Didorong Jadikan AI Inti Operasional Bisnis

Perusahaan Didorong Jadikan AI Inti Operasional Bisnis

Perusahaan Didorong Jadikan AI Inti Operasional Bisnis
Ilustrasi kecerdasan super buatan
A A Ukuran Teks16px

Sejumlah pelaku industri mendorong dunia usaha di Indonesia untuk menjadikan kecerdasan buatan (AI) sebagai inti operasional bisnis utama.

Langkah transformatif tersebut dibahas dalam forum AI Leadership Exchange 2026 yang berlangsung pada Minggu (14/6/2026).

>>> Skotlandia Ungguli Haiti 1-0 di Babak Pertama Piala Dunia 2026

Acara bertema "The Agentic Leap: Empowering Indonesia's Digital Leadership and Winning the Enterprise AI Race" ini diselenggarakan atas kolaborasi IBM Indonesia dan CIO Insight Indonesia.

Perbedaan Pendekatan AI

Kesenjangan mulai terlihat antara korporasi yang hanya memperlakukan AI sebagai alat bantu dengan entitas yang menjadikannya pusat aktivitas bisnis.

Kelompok yang menjadikannya fondasi utama telah membangun ulang proses bisnis serta sistem pengambilan keputusan mereka.

"Dan dua pendekatan ini menghasilkan dampak yang jauh berbeda," ujar General Manager IBM Asia Pacific Hans AT Dekkers.

Perkembangan teknologi global bergerak menuju era Agentic AI.

Sistem baru tersebut menghadirkan agen digital yang mampu mengeksekusi tugas dan mengambil keputusan secara mandiri, berbeda dengan Generative AI yang sebatas menghasilkan konten.

Pihak manajemen IBM menekankan bahwa perangkat cerdas ini segera bergeser dari fungsi pendukung menjadi bagian integral dari model bisnis itu sendiri.

"Pemenangnya adalah perusahaan-perusahaan yang mengutamakan AI (AI-First), bukan sekadar perusahaan yang diaktifkan oleh AI (AI-enabled)," kata Chief Technology Officer dan Vice President of Sales Engineering IBM Asia Pacific Jerry Zhu.

Tantangan terbesar dalam penerapan AI terletak pada kualitas serta integrasi data internal.

Banyak proyek gagal memberikan hasil maksimal karena data perusahaan masih tersebar di berbagai sistem yang tidak saling terhubung.

>>> PSI Segera Sematkan Jaket Partai kepada Joko Widodo

Kondisi data yang terfragmentasi membuat sistem kesulitan memperoleh konteks yang dibutuhkan untuk menghasilkan keputusan yang akurat.

Di sisi lain, instansi pemerintah juga mengingatkan pentingnya tujuan bisnis yang jelas agar investasi tidak sia-sia.

Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Setiaji mengingatkan perusahaan agar tidak mengadopsi AI hanya karena takut tertinggal tren atau fenomena fear of missing out (FOMO).

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru