Endrick berkomitmen untuk memberikan kontribusi penuh bagi tim nasional Brasil dalam turnamen akbar musim panas ini demi mengakhiri paceklik gelar juara dunia.
"I’ll come back as a full-back, win the ball back as a defensive midfielder, and challenge for the ball up front as if I were a centre-back," janjinya.
>>> Perbanas dan Ubaya Juarai Campus League Basketball 2026
Perjuangan Adaptasi dan Dukungan Rekan Setim
Endrick menceritakan bagaimana dukungan emosional dari rekan-rekan setimnya membantu dia melewati masa-masa sulit dalam adaptasi awal di sepak bola Eropa.
"The first year is always tough.
You arrive at a club with players like [Luka] Modric, Vinicius, Rodrygo… It’s very difficult to play with all of them, but you also learn a lot," tuturnya dalam wawancara dengan Men in Blazers di YouTube.
Pemain yang mendapat julukan 'Bobby' dari rekan-rekannya ini mengaku terus menjalin komunikasi dengan para pemain di Real Madrid.
"Bellingham calls me every day. When I was feeling down, he’d pick me up and we’d talk.
He helped me a lot. Trent too.
They’re very approachable players," tambah Endrick.
Kembalinya performa terbaik di Prancis menjadi titik balik krusial yang membuatnya dipanggil kembali oleh pelatih Carlo Ancelotti untuk mengisi lini depan Selecao bersama Neymar.
"It wasn’t difficult to go to Lyon. In the end, God told me I had to go, and I went.
I wasn’t afraid; it’s been one of the best decisions of my life. I needed to play.
I’ve been able to score goals, provide assists, and play a lot of minutes," ungkap Endrick.
Setelah menghadapi Maroko pada 13 Juni 2026, tim nasional Brasil dijadwalkan akan melanjutkan pertandingan babak penyisihan grup melawan Haiti dan Skotlandia.
"Playing in a World Cup is the greatest thing. Being able to represent my country is a dream come true.
>>> Qatar Ukir Sejarah, Raih Poin Perdana Usai Tahan Imbang Swiss di Piala Dunia 2026
The World Cup is very important to people, and it's been a long time since we won it," katanya.
