"Jadi kami tahu tantangan yang kami hadapi, tetapi ingin menikmatinya dan memastikan bahwa bangsa ini akan bangga kepada kami," ungkap Montella.
Montella menuturkan bahwa ikatan emosionalnya dengan Turki membuat tanggung jawab ini terasa kian mendalam.
Dedikasi tinggi dipersiapkan untuk membawa tim barunya melangkah jauh seperti pencapaian peringkat ketiga pada edisi 2002.
"Saya merasakan tanggung jawab ini dan tahu bahwa kami perlu melakukan yang terbaik," tutur Montella.
Montella menyatakan bahwa komitmen tersebut muncul karena dirinya sudah menganggap Turki seperti negara sendiri. Rasa cinta yang besar terhadap tim menjadi motivasi tambahan menjelang laga perdana.
"Saya merasakannya lebih lagi karena bagi saya negara ini terasa seperti rumah adopsi dan gairah saya terhadap tim ini sangat besar," ucap Montella.
Kewaspadaan terhadap taktik Australia juga disuarakan oleh kapten timnas Turki, Hakan Calhanoglu.
Pemain Inter Milan tersebut mengantisipasi keunggulan fisik dan postur tubuh tinggi yang dimiliki oleh para pemain Australia.
"Kami tahu Australia adalah tim yang kuat secara fisik dan berbahaya dalam situasi tendangan sudut maupun tendangan bebas karena mereka memiliki pemain-pemain yang tinggi dan kuat.
Namun, saya pikir kami akan mendominasi pertandingan karena kami memiliki kualitas yang lebih baik dan tim yang lebih bertalenta," kata Calhanoglu.
Turki dipastikan tampil tanpa Ferdi Kadioglu dan Kenan Yildiz yang mengalami cedera, namun mereka kembali diperkuat oleh Arda Guler.
>>> Kejagung Tetapkan Komisaris PT YAT Tersangka Korupsi Motor Listrik Rp1,1 Triliun
Sementara itu, Australia diprediksi menurunkan penyerang muda Mohamed Toure untuk mendobrak lini pertahanan Turki yang sempat kebobolan 12 gol di kualifikasi.