Huawei resmi meluncurkan HarmonyOS 7 dalam ajang Huawei Developer Conference (HDC) 2026. Sistem operasi terbaru ini menghadirkan perubahan besar pada antarmuka, integrasi AI, dan fitur keamanan.
Desain Spasial Liquid Glass
Salah satu sorotan utama HarmonyOS 7 adalah desain visual baru yang mengingatkan pada konsep Liquid Glass.
>>> Presiden Israel Herzog Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-80 ke Trump
Huawei menghadirkan bahasa desain spasial yang membuat tampilan sistem terasa lebih hidup dengan efek kedalaman tiga dimensi.
Melalui teknik rendering berbasis software, HarmonyOS 7 mampu menghadirkan animasi dan efek visual yang lebih realistis.
Layar kunci kini dapat berinteraksi lebih natural dengan wallpaper, sementara tombol dan slider dibekali efek pencahayaan dinamis.
Pendekatan desain baru ini dirancang agar pengalaman penggunaan terasa lebih intuitif di berbagai perangkat.
Sistem ini akan berjalan di smartphone, tablet, PC, wearable, hingga perangkat pintar dalam ekosistem HarmonyOS.
Arsitektur AI Menyeluruh
HarmonyOS 7 menempatkan AI sebagai fondasi utama sistem operasi.
Huawei menyebut ini sebagai sistem operasi pertama mereka yang dibangun dengan arsitektur AI secara menyeluruh, bukan sekadar menambahkan fitur AI di atas platform.
Asisten virtual Celia kini berevolusi menjadi pusat kecerdasan sistem.
Celia diklaim mampu memahami maksud pengguna dengan lebih baik, menjalankan beberapa perintah sekaligus, serta berinteraksi lebih dalam dengan aplikasi dan layanan.
Huawei juga memperkenalkan HarmonyOS Intelligent Agent Framework 2.0. Kerangka kerja ini diklaim mampu meningkatkan tingkat keberhasilan penyelesaian tugas kompleks hingga di atas 90 persen.
Pengguna juga akan menemukan fitur AI baru untuk pengeditan foto dan pembuatan konten.
>>> Sabar/Reza Gagal Juara di Final Australian Open 2026
Sistem Keamanan Anti-Penipuan Digital
Di sisi keamanan, HarmonyOS 7 membawa platform anti-penipuan baru yang dirancang untuk menghadapi berbagai modus scam digital.
Sistem dapat mendeteksi QR code mencurigakan dan mengenali situs web berpotensi penipuan.
Platform ini juga memperingatkan pengguna terhadap aplikasi palsu yang menyamar sebagai aplikasi resmi, hingga mendeteksi nomor telepon luar negeri yang melakukan spoofing.