Sony membawa kabar melegakan di tengah kekhawatiran industri teknologi global akan melonjaknya harga chip memori (RAM) akibat tren kecerdasan buatan (AI).
Perusahaan asal Jepang ini memastikan pasokan chip memori mereka dalam kondisi aman.
>>> Gvardiol Dukung Penuh Maresca sebagai Pelatih Manchester City
Kepastian rantai pasok ini membuat Sony terhindar dari tekanan biaya produksi yang sedang menghantui raksasa teknologi seperti Apple dan Samsung.
Hal ini menjadi modal penting bagi perusahaan untuk terus memacu produksi perangkat keras, terutama konsol PS5.
Dalam laporan pendapatan terbarunya, Sony menegaskan telah mengunci pasokan komponen yang memadai untuk tahun berjalan.
"Kami telah mengamankan kuantitas memori yang diperlukan untuk memenuhi proyeksi volume penjualan kami pada tahun fiskal 2026," jelas perwakilan Sony.
Keberhasilan ini berbuah manis pada performa keuangan perusahaan.
Pada kuartal pertama (April-Juni), laba operasional grup melesat 40% menjadi 476,5 miliar yen, ditopang kuat oleh bisnis gaming dan sensor gambar.
Berkat efisiensi biaya serta faktor pendukung lain seperti pengembalian tarif pajak AS dan nilai tukar yang menguntungkan, Sony menaikkan target laba operasional setahun penuhnya sebesar 8% menjadi 1,72 triliun yen (sekitar USD 10,70 miliar).
>>> Bruno Guimaraes Dijadwalkan Tes Medis di Arsenal Besok
Dampak pada Bisnis Gaming
Ketersediaan pasokan perangkat keras yang stabil menjadi krusial bagi Sony, terlebih dengan deretan peluncuran game raksasa yang sudah di depan mata.
Meski pengapalan PS5 pada kuartal pertama turun menjadi 1,6 juta unit, analis memproyeksikan permintaan akan kembali meledak di akhir tahun.
Sony diprediksi menjadi pihak yang paling diuntungkan dari peluncuran Grand Theft Auto VI (GTA VI) pada 19 November mendatang.
Analis dari Ampere Analysis, Piers Harding-Rolls, memperkirakan game ini bisa terjual antara 30 juta hingga 35 juta kopi sampai akhir tahun.
Selain GTA 6, lini konsol PS5 juga akan diperkuat oleh judul eksklusif God of War Laufey yang siap rilis pada Februari.
Di luar sektor gaming, dominasi Sony di bisnis sensor gambar juga makin tak terbendung.
>>> Fosil 125 Juta Tahun Simpan Sel Kulit Utuh, Dinosaurus Ini Mirip Landak
Perusahaan tersebut pada hari Kamis dilaporkan tengah berupaya mengakuisisi Tamron, produsen lensa ternama yang selama ini menjadi pemasok untuk kamera Sony dan para pesaingnya seperti Nikon dan Canon, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Minggu (2/8/2026).

