⌂ Beranda News Piala Dunia 2026: Panggung Ekonomi Baru bagi Negara Arab

Piala Dunia 2026: Panggung Ekonomi Baru bagi Negara Arab

Piala Dunia 2026: Panggung Ekonomi Baru bagi Negara Arab
Piala Dunia 2026 menjadi panggung besar perekonomian negara Arab
A A Ukuran Teks16px

Piala Dunia FIFA 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko diprediksi akan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi negara-negara di kawasan Jazirah Arab.

Sebanyak delapan tim dari wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) berhasil lolos ke putaran final, memecahkan rekor partisipasi Arab sebelumnya.

>>> BMW M Concept Neue Klasse Meluncur di Le Mans, Tunjukkan Arah Mobil Listrik Sport

Tim-tim tersebut meliputi Arab Saudi, Qatar, Yordania, Maroko, Tunisia, Mesir, Aljazair, dan Irak.

Yordania akan mencatatkan debut perdana mereka, sementara Irak kembali berlaga setelah absen selama 40 tahun.

Sistem baru turnamen yang melibatkan 48 tim diperkirakan akan menarik sekitar 6,5 juta penonton langsung.

Analisis Oxford Economics memproyeksikan turnamen ini berpotensi menyumbang hingga USD 40,9 miliar atau sekitar Rp727,57 triliun pada Produk Domestik Bruto (PDB) global.

Namun, penyelenggara memperkirakan dampak bersih yang lebih moderat, mempertimbangkan faktor pengeluaran nyata seperti tiket, akomodasi, transportasi, dan beban infrastruktur di kota tuan rumah.

Analis Utama Timur Tengah di eToro, Josh Gilbert, menekankan bahwa keuntungan finansial langsung bukanlah satu-satunya sasaran utama.

Menurutnya, dampak terbesar terletak pada eksposur global yang akan diperoleh negara-negara Arab.

Perjalanan kuat tim-tim Arab di turnamen ini dapat menempatkan negara mereka di hadapan audiens global, menghasilkan eksposur yang sulit ditandingi oleh anggaran pariwisata mana pun.

Keberhasilan Maroko mencapai semifinal di Piala Dunia Qatar 2022 menjadi contoh nyata.

Sektor pariwisata Maroko mengalami lonjakan drastis, dengan kedatangan 14,5 juta turis pada 2023, meningkat 34% dari tahun sebelumnya.

Gilbert menambahkan bahwa sepak bola membantu Maroko tetap menjadi sorotan global, mendukung permintaan pariwisata jangka panjang bahkan setelah kompetisi usai.

>>> BCA Gandeng Desa Patakbanteng Dieng untuk Program Genera-Z Berbakti 2026

Efek serupa kini berpotensi dirasakan oleh lebih banyak negara Arab pada Piala Dunia 2026.

Sektor penerbangan, perhotelan, restoran, hingga merek konsumen diperkirakan akan meraup keuntungan dari tingginya visibilitas.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru