Bouaddi menjadi penggerak utama dalam menerapkan strategi menekan secara agresif yang menyulitkan barisan pemain lini tengah skuad Brasil.
Sejak menit pertama, ia langsung memberikan tekanan kepada gelandang senior Brasil, Casemiro, di area pertahanan lawan.
Sifat kompetitif ini sudah terbentuk di Liga Perancis, di mana ia mengemas 2.329 menit bermain pada musim lalu.
Brasil terus meningkatkan intensitas serangan dan menguasai permainan pada paruh kedua pertandingan. Kendati demikian, ketenangan Bouaddi di lini tengah membuat organisasi permainan Maroko tetap terjaga rapat.
Dalam sebuah momen di dekat gawang Maroko, Vinicius Junior berupaya merebut bola dari kaki Bouaddi.
Sang gelandang dengan tenang melindungi bola dan melewati penyerang Real Madrid tersebut sebelum mengalirkannya kepada Yassine Bounou.
Sesaat kemudian, Yassine Bounou mengembalikan bola melalui operan yang cukup berisiko di bawah kawalan lawan.
Bouaddi kembali melepaskan diri dari tekanan Vinicius melalui sentuhan pertama yang prima hingga memaksa terjadinya pelanggaran.
Performa impresif di kompetisi sepak bola tertinggi antarnegara ini membuat namanya mulai dikaitkan dengan sejumlah klub besar Eropa.
Terlebih lagi, ia juga dikenal cakap berkomunikasi dan pernah memenangkan lomba pidato akademis di Perancis pada 2023.
Meski rumor transfer mulai berembus, sang gelandang menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah berjuang bersama tim nasional.
Ia memilih untuk mencurahkan seluruh energinya demi membawa Maroko melangkah lebih jauh.
"Saat ini saya hanya fokus pada Piala Dunia dan belum bisa membicarakan hal itu," kata Bouaddi. "Tentu saya senang mengetahui ada beberapa klub yang tertarik kepada saya.
>>> Trump Cabut Blokade Militer AS di Selat Hormuz Setelah Kesepakatan Damai dengan Iran
Tetapi saat ini fokus saya hanya Piala Dunia bersama Maroko dan kami akan berusaha memberikan yang terbaik," dilansir BBC.