⌂ Beranda News Michael Sianipar: Kompetisi Mahasiswa Lahirkan Talenta Futsal Baru

Michael Sianipar: Kompetisi Mahasiswa Lahirkan Talenta Futsal Baru

Michael Sianipar: Kompetisi Mahasiswa Lahirkan Talenta Futsal Baru
Pemain futsal mahasiswa berlaga di turnamen Wondr NCFS
A A Ukuran Teks16px

Ketua Federasi Futsal Indonesia (FFI) Michael Sianipar menyebut kompetisi mahasiswa berperan besar dalam menjaring bakat-bakat baru untuk masa depan futsal nasional.

Hal itu disampaikannya di sela final Wondr National Collegiate Futsal Series (NCFS) National Stage 2026.

>>> Pasar Saham Asia Pasifik Melonjak Usai AS dan Iran Sepakat Damai

Turnamen ini diikuti 240 perguruan tinggi, menunjukkan tingginya minat terhadap olahraga futsal. Momentum ini sejalan dengan pencapaian Timnas Futsal Indonesia yang kini berada di peringkat 14 dunia.

"Talenta futsal Indonesia punya potensi besar. Kita sekarang berada di peringkat 14 dunia dan itu harus menjadi kebanggaan.

Kompetisi seperti ini menjadi salah satu jalan untuk melahirkan pemain-pemain yang nantinya bisa berbicara di level internasional, termasuk Piala AFC," ujar Michael pada Minggu (14/6/2026).

STIEM Bongaya Juara NCFS 2026

Final Wondr NCFS National Stage 2026 mempertemukan STIEM Bongaya Makassar melawan STIE Indonesia Jakarta.

Laga berlangsung di GOR Nusantara Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Sabtu (13/6/2026) malam WIB.

STIEM Bongaya keluar sebagai juara setelah menang 3-2. Ini menjadi sejarah baru bagi tim asal Makassar yang musim sebelumnya hanya finis di peringkat ketiga.

Tiga gol kemenangan STIEM Bongaya dicetak oleh Fahmi Fatur Rahman pada menit ke-13, 17', dan 31'.

Sementara dua gol balasan STIE Indonesia Jakarta berasal dari Rakesh Abrar pada menit ke-19 dan 39'.

Pelatih STIEM Bongaya, Muh Afdhal Chaeruddin, mengapresiasi kerja keras skuadnya. Ia mengatakan target juara nasional sudah direncanakan sejak awal setelah tahun lalu hanya menjadi peringkat tiga.

>>> Prabowo Instruksikan Danantara Kawal Investasi Global Secara Transparan

"Alhamdulillahi kami memang sejak awal sudah menargetkan juara nasional karena tahun kemarin kami hanya menduduki peringkat tiga nasional.

Jadi tahun ini semua sesuai dengan rencana," kata Afdhal.

Ia menambahkan, kunci keberhasilan timnya adalah kolektivitas dan kekompakan. Meski tidak memiliki banyak pemain Timnas atau Liga Pro, kebersamaan menjadi faktor utama.

"Kami tidak ada pemain Timnas. Cuma ada satu pemain Liga Pro, Aksa Putra.

Sedangkan lawan dari Jakarta hampir semua pemain Liga Pro. Namun kami punya kunci keberhasilan yaitu kebersamaan dan kekompakan tim.

Jadi bukan hanya faktor teknis, tetapi juga faktor nonteknis," lanjutnya.

Ajang NCFS dikelola oleh Games of Society sebagai wadah pembinaan jangka panjang dan pengembangan bakat mahasiswa. Turnamen ini menerapkan sistem berjenjang dari tingkat kota hingga nasional.

Babak final putaran nasional digelar pada 11-13 Juni 2026 di GOR Nusantara UGM.

>>> Polda Metro Jaya Kerahkan 6.675 Personel Amankan Demo Mahasiswa di Jakarta

Kompetisi ini mempertemukan tim terbaik dari tiap wilayah dan menjadi jembatan bagi pemain muda menuju jenjang profesional.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru