⌂ Beranda News Polisi Malaysia Tangkap Empat Penganiaya ART Indonesia di Johor

Polisi Malaysia Tangkap Empat Penganiaya ART Indonesia di Johor

Polisi Malaysia Tangkap Empat Penganiaya ART Indonesia di Johor
Polisi Malaysia menangkap empat tersangka penganiayaan ART Indonesia di Johor
A A Ukuran Teks16px

Kepolisian Malaysia menangkap empat orang yang diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap Asisten Rumah Tangga (ART) asal Indonesia berinisial YY di Johor Bahru.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Mukhtarudin, menyatakan bahwa korban telah dievakuasi ke lokasi aman. Pihak berwenang terus memantau penanganan perkara ini.

>>> 5 Daerah di Indonesia yang Dianggap Biasa Saja oleh Turis Asing

Kronologi Penganiayaan

Kasus ini terungkap setelah YY melaporkan dugaan kekerasan fisik ke layanan KSATRIA KJRI Johor Bahru pada 13 Juni 2026.

Dalam laporannya, YY menyebut dua PMI lain, YA dan SH, juga mengalami perlakuan serupa.

Menurut kesaksian korban, kekerasan sudah berlangsung lama. Salah satu pemukulan terjadi pada akhir 2025 hingga Januari 2026.

Setelah itu, para korban ditinggalkan majikan di Kampung Melayu Majidee, Johor.

Ketiga PMI diketahui bekerja secara nonprosedural tanpa izin kerja sah. Paspor mereka dipegang majikan, sehingga korban takut melapor.

Namun, karena keselamatan terancam, salah satu korban akhirnya meminta bantuan perwakilan RI.

>>> Pilihan Mobil Listrik Rp 200 Jutaan untuk Liburan Keluarga yang Hemat

Proses hukum pidana kini berjalan di kepolisian Johor. Mukhtarudin mengonfirmasi bahwa Ibu Pejabat Polis Daerah (IPD) Larkin telah mengamankan empat orang untuk penyelidikan lebih lanjut.

Dua korban saat ini berada dalam perlindungan KJRI Johor Bahru dan ditempatkan di Tempat Tinggal Sementara (TTS). Upaya penyelamatan satu korban lain di luar Johor terus diupayakan.

KP2MI mengapresiasi langkah cepat Kementerian Luar Negeri, KJRI Johor Bahru, dan KBRI Kuala Lumpur. Mereka berkomitmen memberikan pendampingan hukum hingga proses selesai.

Aksi pemukulan sempat terekam kamera dan tersebar di platform digital. Video memperlihatkan seorang pria memukul korban di sofa, serta pelaku lain yang ikut melakukan kekerasan.

Direktur PWNI, Heni Hamidah, membenarkan identitas korban dalam video. Koordinasi intensif dilakukan dengan otoritas Malaysia.

>>> PDIP Tegaskan Jokowi Dipecat Usai Sindiran PSI Soal Sakit Hati

Pada 13 Juni petang, kepolisian setempat mengamankan empat orang, terdiri dari dua perempuan dan dua laki-laki. Keempatnya telah menjalani pemeriksaan awal.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru