Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Andreas Hugo Pareira menegaskan bahwa Joko Widodo telah dipecat dari partai.
Pernyataan itu disampaikan pada Senin (15/6/2026) untuk merespons tudingan dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
>>> IHSG Berpotensi Bergerak Terbatas dalam Pekan Pendek Juni 2026
Respons PDIP atas Sindiran PSI
"Jokowi dipecat!" kata Hugo kepada wartawan.
Ia menjelaskan bahwa internal partai sudah tidak lagi memikirkan keberadaan Jokowi sebelum isu tertentu kembali mencuat.
"Di PDI Perjuangan kami sudah lupa. Gara-gara ijazah palsu jadi muncul lagi orang ini.
Algoritma ijazah mengingatkan nama ini," sambungnya.
Hugo menambahkan bahwa memori kolektif yang tersisa mengenai mantan kadernya itu kini hanya berkaitan dengan persoalan hukum yang belum selesai.
"Yang teringat malah ijazah palsu karena ramai dibicarakan di media dan sampai sekarang tidak ada penyelesaiannya," ujarnya.
>>> Trump Klaim Kesepakatan Timur Tengah Segera Diteken, Iran Membantah
Sebelumnya, Ketua DPP PSI Bestari Barus melontarkan kritik pada Minggu (14/6/2026). Ia menyinggung sikap politik PDIP pasca-pemilu dan menyarankan evaluasi pendidikan politik internal.
"Rasa sakit ditinggal oleh Pak Jokowi itu sangat mendalam dan terpelihara, bertumpuk-tumpuk di dalam hati mereka," kata Bestari.
Ia menilai perlu pendidikan pendewasaan dalam kurikulum partai agar lebih dewasa berpolitik.
Bestari juga menyebut pemecatan Jokowi dan keluarganya sebagai mekanisme internal biasa. Namun, ia meyakini publik merespons positif keluarnya Jokowi dari PDIP.
"Saya meyakini seribu persen bahwa betapa bahagianya rakyat Indonesia melihat Pak Jokowi keluar atau dikeluarkan oleh PDIP," jelas dia.
PSI mengklaim masyarakat tidak menyukai perlakuan yang diterima Jokowi selama menjadi kader partai.
>>> Penjualan Wholesales BYD di Indonesia Anjlok Tajam pada Mei 2026
"Mereka melihat Pak Jokowi dikuyu-kuyu, dibilang mentang-mentang, dijadikan objek selfie, duduk di kursi yang wah," lanjut Bestari.