⌂ Beranda News Manulife Aset Manajemen Rekomendasikan Pasar Saham Asia Pasifik

Manulife Aset Manajemen Rekomendasikan Pasar Saham Asia Pasifik

Manulife Aset Manajemen Rekomendasikan Pasar Saham Asia Pasifik
Ilustrasi pasar saham Asia Pasifik
A A Ukuran Teks16px

Manulife Aset Manajemen Indonesia merekomendasikan pasar saham Asia Pasifik sebagai pilihan investasi yang relevan saat ini.

Rekomendasi ini muncul di tengah perubahan arah kebijakan moneter dan risiko geopolitik global.

>>> Yamaha Fazzio Kuasai Pasar Skutik Classy di Bandung

Katalis Pertumbuhan Laba

Kawasan Asia Pasifik memiliki katalis pertumbuhan laba yang konkret. Siklus kecerdasan buatan (AI) dan kekuatan manufaktur menjadi pendorong utama.

Senior Portfolio Manager Equity Manulife Aset Manajemen Indonesia Caroline Rusli menyatakan bahwa investor yang ingin tetap disiplin dapat mempertimbangkan Asia Pasifik.

Daya tarik pasar saham Asia tetap kuat berkat topangan fundamental.

Meskipun volatilitas aliran dana asing sempat turun tajam, dari 229 miliar dolar AS menjadi 64 miliar dolar AS, angka tersebut pulih ke 113 miliar dolar AS di akhir 2025.

Penilaian terhadap ketangguhan pasar Asia didasarkan pada pertumbuhan belanja modal teknologi. Potensi keuntungan perusahaan yang terhubung dengan siklus AI juga menjadi faktor penting.

Caroline Rusli menjelaskan bahwa walaupun valuasi pasar saham harus dievaluasi ulang akibat kenaikan suku bunga global, pasar yang mampu menunjukkan pertumbuhan laba riil tetap menarik.

>>> Pemerintah AS Disebut Jadi Faktor Utama Elon Musk Jadi Triliuner

Strategi Investasi

Sektor investasi menangkap peluang kawasan melalui strategi Asia Pasifik sebagai alokasi inti investasi luar negeri.

Sementara itu, strategi mendekati China diposisikan sebagai alokasi satelit bagi investor dengan toleransi risiko tinggi.

Skala manufaktur, kedalaman rantai pasok, dan keterkaitan dengan perdagangan regional dan global membuat China sulit diabaikan dalam radar investasi.

Investor juga diingatkan untuk memantau tiga risiko utama. Pertama, potensi peningkatan inflasi dan agresivitas pengetatan moneter AS.

Kedua, konflik geopolitik yang berlarut-larut. Ketiga, konsolidasi jangka pendek di pasar yang sudah naik terlalu cepat seperti Korea Selatan dan Taiwan.

>>> MrBeast Cetak Rekor Dunia Jadi YouTuber Pertama Tembus 500 Juta Subscriber

Caroline Rusli menekankan bahwa risiko akan selalu ada, tetapi bukan berarti peluang hilang. Pengelolaan aktif dari manajer investasi sangat berperan karena tema besar investasi saja tidak cukup.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru