Kementerian Keuangan memperoleh tambahan ruang fiskal melalui penerimaan negara lebih dari Rp 1 triliun. Angka tersebut berasal dari hasil pemulihan aset oleh Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan Agung.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai dana sebesar Rp 1.029.874.376.628 yang diserahkan kepada Kementerian Keuangan merupakan sumber pendapatan negara yang riil dan produktif.
>>> Pengunjung Selamatkan Bocah PAUD Tenggelam di Kolam Renang Sukabumi
Hal ini krusial di tengah melonjaknya kebutuhan layanan publik dan pembiayaan pembangunan.
"Setiap aset yang berhasil dikembalikan menjadi tambahan penerimaan negara yang pada akhirnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat," ujar Purbaya saat menerima penyerahan simbolis PNBP dari Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam kegiatan BPA Fair 2026 di Jakarta Selatan, Senin (15/6/2026).
Sumber PNBP dari Tiga Lini Utama
PNBP yang masuk ke Kementerian Keuangan bersumber dari tiga lini utama.
Lini pertama merupakan hasil lelang BPA Fair 2026 yang menyumbang angka terbesar, yakni senilai Rp 978,1 miliar.
Sumber berikutnya berasal dari pelacakan aset berupa tanah serta bangunan dengan nilai Rp 30,9 miliar.
Selain itu, terdapat dana segar sebesar Rp 51,6 miliar yang didapatkan dari penelusuran aset terpidana perkara korupsi, Edi Tansil.
Di luar total PNBP untuk negara, diserahkan pula dana hasil lelang yang diperuntukkan bagi korban. Nominal yang disalurkan kepada pihak korban mencapai Rp 19,1 miliar.
Purbaya menerangkan bahwa karakteristik pendapatan dari pemulihan aset ini berbeda dengan penerimaan rutin negara layaknya sektor perpajakan.
Dana ini merupakan wujud penyelamatan kekayaan negara yang sempat terancam lenyap akibat perbuatan tindak pidana.
Keberhasilan BPA Kejaksaan Agung ini dipandang sebagai bukti nyata bahwa instansi penegak hukum kini semakin mampu mengintegrasikan fungsi hukum dengan pemulihan roda ekonomi negara.
>>> Disdik DKI Jakarta Buka Pemilihan Sekolah SPMB 2026
"Setiap rupiah yang berhasil dikembalikan berarti mengurangi kerugian negara dan memperkuat kapasitas fiskal kita," katanya.