Misi NASA untuk menyelamatkan teleskop luar angkasa Swift terancam gagal. Wahana antariksa yang ditugaskan untuk menyelamatkan teleskop tersebut mengalami masalah.
NASA meluncurkan misi ini pada awal Juli lalu. Tujuannya untuk menyelamatkan Neil Gehrels Swift Observatory yang terancam jatuh ke Bumi.
>>> Indonesia vs Vietnam: Trio Brasil Ancaman untuk Garuda
Dalam blog resminya, NASA mengungkap wahana bernama LINK mengalami masalah kendali ketinggian pada akhir pekan lalu. LINK terus berputar-putar dan kesulitan menjaga orientasinya di orbit.
Akibatnya, wahana ini sulit berkomunikasi dengan pusat kendali di Bumi. LINK dirancang oleh perusahaan luar angkasa Katalyst Space.
Wahana ini seharusnya mendekati teleskop Swift dan menariknya ke orbit yang lebih tinggi. Dengan begitu, teleskop bisa beroperasi lagi hingga beberapa tahun ke depan.
Teleskop Swift mengalami tarikan atmosfer yang lebih kuat dari perkiraan. Hal ini disebabkan oleh peningkatan aktivitas Matahari dalam beberapa tahun terakhir.
Akibatnya, posisi teleskop Swift merosot lebih cepat dari perkiraan. Analisis NASA menunjukkan wahana ini akan jatuh dan terbakar di atmosfer tahun ini jika tidak diintervensi.
>>> Xabi Alonso: Luka Pemecatan di Madrid Sudah Sembuh
Padahal NASA berharap teleskop ini masih bisa beroperasi hingga beberapa tahun lagi. Namun, masalah pada LINK membuat misi penyelamatan terancam gagal.
Menurut laporan terbaru NASA, dua dari tiga roda reaksi LINK yang mengontrol orientasi wahana tidak dapat dioperasikan. NASA juga menemukan beberapa fungsi yang hilang pada sistem pendorong gas.
Untungnya, tim di pusat kendali masih bisa berkomunikasi dengan LINK. Mereka berencana menggunakan pendorong propulsi listrik agar wahana dapat berhenti berputar-putar.
Setelah itu, tim akan mencoba mengatur ulang panduan dan navigasi wahana. Ini dilakukan untuk memperhitungkan konfigurasi barunya sebelum NASA dan Katalyst menentukan langkah selanjutnya.
Meskipun menghadapi masalah, Katalyst optimis LINK dapat menyelesaikan tugas utamanya.
>>> Robot NASA Temukan Pola Misterius di Mars
"Misi ini tetap aktif dan kami terus percaya bahwa dengan perubahan ini, LINK memiliki jalur yang layak untuk bertemu dengan Swift," tulis Katalyst di website-nya.
