Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam setelah Pakistan, yang bertindak sebagai mediator konflik Amerika Serikat dan Iran, mengumumkan tercapainya kesepakatan damai.
Presiden Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan ini akan membuka kembali jalur pelayaran penting di Selat Hormuz.
>>> Menteri ESDM Usul Asumsi Harga Minyak RAPBN 2027 Naik Jadi 70-95 Dolar AS
Minyak mentah Brent sebagai acuan global merosot 4,3 persen menjadi US$83,55 per barel pada Senin (15/06), sementara minyak mentah AS turun 4,9 persen ke angka US$80,74.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengungkapkan bahwa upacara penandatanganan perjanjian resmi dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat, 19 Juni mendatang.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, membenarkan melalui siaran televisi pemerintah bahwa kesepakatan dengan pihak AS telah berhasil dirampungkan.
Melalui media sosial, Donald Trump meluapkan tanggapannya mengenai perkembangan ini. "Biarkan minyak mengalir!"
tulis Trump.
Kondisi pasar energi global sebelumnya terus bergejolak sejak Selat Hormuz ditutup pascaserangan udara AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu.
Teheran sempat mengancam akan menyerang kapal-kapal di jalur pelayaran yang mengangkut sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia tersebut.
Harga minyak Brent yang sebelum konflik berada di kisaran US$70 per barel sempat melonjak hingga mencapai US$120 per barel selama masa peperangan.
Kendati kesepakatan tercapai, Vandana Hari dari perusahaan analisis pasar energi Vanda Insights menilai minimnya rincian perjanjian dapat memicu kegelisahan di pasar.
>>> Tiga Pemain Pimpin Daftar Top Skor Sementara Piala Dunia 2026
Menurutnya, situasi tersebut berpotensi menimbulkan volatilitas dan ketidakpastian pada pasar minyak selama sepekan menjelang penandatanganan resmi di Swiss.
Sejumlah pakar energi juga mengingatkan bahwa pemulihan pasokan minyak melalui Selat Hormuz tidak dapat berjalan secara instan.
Andrew Lipow dari Lipow Oil Associates menjelaskan bahwa operasi pembersihan ranjau laut di Selat Hormuz memerlukan waktu mulai dari beberapa pekan hingga enam bulan.