⌂ Beranda › News › Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan Israel ke Lebanon, AS Siaga
News

Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan Israel ke Lebanon, AS Siaga

Kapal militer AS di Selat Hormuz
Kapal militer AS di Selat Hormuz
A A Ukuran Teks16px

Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz pada Sabtu (20/6/2026). Langkah ini merupakan respons atas gempuran Israel ke Lebanon.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan pasukan militer mereka tetap bersiaga di jalur pelayaran penting dunia itu. Mereka berkomitmen mengawasi situasi agar tetap kondusif.

"Pasukan AS tetap hadir dan waspada untuk memastikan semua aspek perjanjian dengan Iran dipatuhi," demikian pernyataan CENTCOM.

Sebelum pengumuman penutupan, arus lalu lintas maritim komersial masih berjalan aman. CENTCOM mencatat 55 kapal komersial telah melintasi selat tersebut pada hari Sabtu.

Keputusan sepihak Teheran didasari anggapan bahwa tindakan militer Israel terhadap Lebanon melanggar kesepakatan dengan AS. Penutupan terjadi mendadak di tengah persiapan negosiasi kedua pihak.

Delegasi AS dan Iran dijadwalkan bertemu di Swiss untuk membahas implementasi kesepakatan. Wakil Presiden JD Vance menyatakan akan ikut serta dalam negosiasi tersebut.

Sebelum pengumuman Iran, Vance mengatakan di Fox News bahwa pasukan AS tetap waspada. Ia memperkirakan akan berangkat ke Swiss dalam beberapa hari ke depan.

Data perusahaan pelacak maritim pada Jumat menunjukkan aktivitas lalu lintas kapal di Selat Hormuz sempat melonjak ke tingkat tertinggi dalam dua bulan terakhir.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru