Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir membeberkan alasan di balik proses naturalisasi dua pesepak bola muda, Mitchell Lee Baker dan Luke Anthony Vickery.
Keduanya merupakan pemain berdarah campuran Australia-Indonesia yang dinilai mampu mendongkrak kualitas tim Garuda di masa mendatang.
>>> BGN Revisi Skema Insentif SPPG, Tak Lagi Rp 6 Juta per Unit
Erick Thohir menyatakan bahwa kedua atlet itu diperlukan untuk memperkuat kedalaman skuad timnas. Hal ini disampaikannya dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI, Senin (15/6/2026).
"Mereka dibutuhkan untuk transfer pengetahuan serta melengkapi kemampuan pesepak bola lokal, baik untuk kepentingan tim nasional maupun liga profesional," ujar Erick Thohir.
Dalam pemaparannya, kedua pemain muda ini memiliki motivasi besar untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) agar bisa memberikan kontribusi nyata bagi performa timnas.
Proyeksi Jangka Pendek dan Panjang
Untuk jangka pendek atau dalam periode lima tahun ke depan, mereka diproyeksikan tampil di berbagai kompetisi internasional seperti ASEAN Cup 2026, FIFA Series 2026-2031, serta AFC Asian Cup 2027 di Arab Saudi.
Tak hanya itu, mereka juga dipersiapkan menghadapi turnamen lanjutan seperti ASEAN Hyundai Cup 2028, Kualifikasi Piala Dunia 2030, hingga Piala Dunia FIFA 2030.
>>> Janice Tjen Tersingkir di Babak Pertama Nottingham Open 2026
Erick Thohir menambahkan bahwa untuk visi jangka panjang, kehadiran mereka diharapkan membantu Indonesia menembus peringkat 50 besar FIFA dan 10 besar Asia.
Langkah kewarganegaraan ini juga disebut sebagai bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional.
Profil Mitchell Baker dan Luke Vickery
Mitchel Lee Baker yang berusia 19 tahun bermain sebagai penyerang di kompetisi NCAA Amerika Serikat bersama klub Georgetown University.
Ia memiliki garis keturunan dari sang kakek asal Yogyakarta dan nenek dari Semarang.
>>> Budiman Sudjatmiko Adu Argumen dengan Mahasiswa di Diskusi Semarang
Sementara itu, Luke Anthony Vickery merupakan pemain sayap berusia 20 tahun yang memperkuat Macarthur FC di kasta tertinggi Liga Australia, dengan nenek yang lahir di Medan.