⌂ Beranda News Kontroversi Rasialisme: Ofisial Piala Dunia 2026 Diduga Tunjukkan Simbol Supremasi Kulit Putih

Kontroversi Rasialisme: Ofisial Piala Dunia 2026 Diduga Tunjukkan Simbol Supremasi Kulit Putih

Kontroversi Rasialisme: Ofisial Piala Dunia 2026 Diduga Tunjukkan Simbol Supremasi Kulit Putih
Ofisial Piala Dunia 2026 diduga tunjukkan simbol supremasi kulit putih
A A Ukuran Teks16px

Kontroversi rasialisme mewarnai pertandingan Piala Dunia 2026 antara Jerman melawan Curacao. Seorang ofisial pertandingan dituding memperlihatkan gestur yang dikaitkan dengan supremasi kulit putih.

Tindakan tersebut terdeteksi sesaat sebelum laga dimulai. Kamera siaran langsung menyorot ruang Video Assistant Referee (VAR) saat memperkenalkan para petugas pertandingan.

>>> Waskita Karya Catat 7,5 Juta Jam Kerja Selamat di Proyek LRT Jakarta Fase 1B

Shaun Evans, yang bertugas sebagai asisten di ruangan VAR, memberikan isyarat tangan khusus.

Tangannya membentuk simbol menyerupai tanda 'Oke' dengan telunjuk dan jempol melingkar, namun dihadapkan ke arah bawah.

Dalam beberapa tahun terakhir, gestur tersebut kerap dikaitkan dengan gerakan supremasi kulit putih.

Bentuk jari itu dianggap menyerupai huruf W dan P yang merupakan akronim dari 'White Power' atau kekuatan kulit putih.

Banyak pihak mengidentifikasi isyarat tangan tersebut sebagai simbol neo-Nazi.

Namun, sebagian kalangan menilai gestur itu tidak memiliki maksud ideologis tertentu dan sempat dikenal sebagai bagian dari permainan lingkaran di Amerika Serikat.

Hingga saat ini, motivasi sebenarnya dari wasit asal Australia tersebut belum dapat dipastikan secara resmi. Meski begitu, aksinya di depan kamera telah memicu gelombang sorotan publik.

Fare Network Desak FIFA Tindak Ofisial

Lembaga Fare Network, mitra resmi FIFA dan UEFA dalam memantau diskriminasi di sepak bola internasional, langsung memberikan respons keras.

>>> Batal Rekrut Marc Cucurella, Manchester United Bidik Alvaro Carreras

Mereka menyatakan gestur itu jelas menyerupai simbol 'OK' terbalik yang digunakan sebagai lambang kekuatan kulit putih di kalangan sayap kanan ekstrem.

Fare Network mendesak agar sang pengadil lapangan segera dibebastugaskan dari turnamen akbar ini.

"Jelas ofisial ini seharusnya tidak punya peran lebih jauh di Piala Dunia ini," tegas Fare dalam pernyataannya yang dikutip The Guardian.

Organisasi pemantau rasialisme itu menuduh Shaun Evans secara sengaja memanfaatkan momen sorotan kamera untuk memperlihatkan tanda tersebut.

Di Amerika Serikat, gestur ini telah dikategorikan sebagai simbol kebencian oleh Anti Defamation League (ADL).

Otoritas di Amerika Serikat dikenal sangat ketat dalam menindak pemakaian simbol tersebut di ruang publik.

Pada tahun 2018, seorang petugas penjaga pantai langsung dibebastugaskan akibat melakukan gerakan tangan serupa.

Langkah tegas juga pernah diambil oleh klub bisbol MLB Chicago Cubs pada tahun 2019.

>>> Manchester City Dekati Kesepakatan Kontrak Baru Josko Gvardiol hingga 2032

Mereka mencekal seorang penggemar dari Stadion Wrigley Field setelah suporter itu memamerkan gestur yang sama dalam siaran televisi langsung.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru