Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meresmikan jembatan penghubung di Desa Ulak Jermun, Kecamatan SP Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) pada Minggu, 14 Juni.
Jembatan senilai hampir Rp5 miliar tersebut dibangun sebagai prioritas infrastruktur dasar yang memberikan manfaat langsung bagi mobilitas warga.
>>> Polisi Brasil Tangkap Tiga Petugas Terkait Tewasnya Pemain Bungee Jumping
Selain proyek ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga menyalurkan bantuan dana Bantuan Gubernur Bersifat Khusus untuk pembangunan Jembatan Desa Bubusan, Jembatan Desa Mesuji Jaya, dan Jembatan Desa Gading Sari.
Prioritas Pembangunan yang Tepat Sasaran
Dalam acara peresmian yang dihadiri jajaran pejabat daerah, Herman Deru menyatakan bahwa kebijakan pembangunan daerah harus mengedepankan pemenuhan kebutuhan primer yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup masyarakat luas.
"Kalau kita bicara pembangunan, sama seperti merias diri. Yang didahulukan tentu kebutuhan yang paling pokok.
Setelah itu baru yang lainnya," ujar Herman Deru.
Ia menambahkan bahwa pengadaan infrastruktur vital bernilai jauh lebih tinggi bagi masyarakat dibandingkan proyek kosmetik yang hanya mengutamakan keindahan visual tanpa kegunaan praktis.
"Tidak ada gunanya membangun yang terlihat indah tetapi tidak dirasakan manfaatnya. Jembatan ini ibarat kebutuhan yang sangat mendasar karena menjadi penghubung aktivitas masyarakat," kata Herman Deru.
Mantan Bupati OKU Timur tersebut juga mengapresiasi kejelian kepemimpinan daerah dalam membaca situasi lapangan.
Ia mengingatkan bahwa keberlanjutan pembangunan daerah sangat bergantung pada kontribusi aktif warga melalui sektor perpajakan.
"Pembangunan tidak akan pernah selesai. Karena itu dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Salah satu bentuk dukungan masyarakat adalah taat membayar pajak karena hasilnya akan kembali untuk pembangunan," tegas Herman Deru.
>>> Gibran Rakabuming Terima Langsung Aspirasi Mahasiswa di Istana Wapres
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa luas wilayah Kabupaten OKI yang mencapai sekitar 19 ribu kilometer persegi memerlukan perhatian khusus serta penanganan logistik dan koordinasi pembangunan yang ekstra kuat.
"OKI ini kabupaten yang sangat saya perhatikan.