⌂ Beranda News Tanjung Verde Tahan Imbang Spanyol di Laga Perdana Piala Dunia

Tanjung Verde Tahan Imbang Spanyol di Laga Perdana Piala Dunia

Tanjung Verde Tahan Imbang Spanyol di Laga Perdana Piala Dunia
Pemain Tanjung Verde merayakan hasil imbang melawan Spanyol di Piala Dunia
A A Ukuran Teks16px

Tim nasional Tanjung Verde mencatat hasil impresif dengan menahan imbang Spanyol 0-0 dalam pertandingan pertama Grup H Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Senin (15/6/2026).

Pelatih kepala Tanjung Verde, Pedro Leitão Brito atau Bubista, menerapkan strategi pertahanan rapat untuk meredam serangan Spanyol yang merupakan salah satu tim favorit juara.

>>> Polsek Ciputat Timur Kawal Pawai Obor Ratusan Warga Sambut Tahun Baru Islam

Penjaga gawang veteran berusia 40 tahun, Josimar Dias yang akrab disapa Vozinha, tampil gemilang sepanjang babak pertama. Ia berhasil menggagalkan berbagai peluang dari juara Eropa bertahan tersebut.

Vozinha saat ini bermain untuk GD Chaves di kasta tertinggi Portugal. Karier profesionalnya dimulai dari klub Batuque, Mindelense, hingga merantau ke Angola, Moldova, Siprus, dan Slovakia.

Nama panggilan unik Vozinha berasal dari masa kecilnya yang dibesarkan oleh kakek dan nenek. Ayahnya menjalani dinas militer, sementara ibunya sibuk bekerja.

"Saya tidak pernah tinggal dengan orang tua. Saat lahir, ayah saya sedang dinas militer dan ibu harus bekerja.

Saya tumbuh bersama kakek-nenek," kata Vozinha dalam wawancara dengan FIFA.

Ia juga menceritakan kebiasaannya bermain sepak bola di jalanan dengan anak-anak yang lebih tua. Sifat kompetitifnya sering membuatnya diejek karena kerap mengadu ke kakek-neneknya.

>>> Belgia Imbang 1-1 Lawan Mesir pada Laga Grup G Piala Dunia 2026

Keberhasilan menahan imbang Spanyol menjadi pencapaian besar bagi Bubista yang menjabat pelatih timnas sejak 2020. Sebelumnya ia adalah pemain dan kapten timnas.

Bubista menegaskan bahwa lolosnya Tanjung Verde ke Piala Dunia bukan sekadar olahraga, melainkan juga misi memperkenalkan budaya mereka ke dunia.

"Kami ingin memperkenalkan negara kami kepada dunia.

Ambisi kami bertanding tanpa rasa takut, dengan identitas kami, dan bermain berani untuk menunjukkan siapa kami sebagai tim dan bangsa," ujar Bubista kepada Coaches Voice.

Pelatih berusia 54 tahun itu berkomitmen memberikan kebahagiaan bagi seluruh rakyat Tanjung Verde, baik di dalam maupun luar negeri, selama Piala Dunia berlangsung.

"Kami ada di sini untuk mereka. Rakyat kami harus menikmati pertandingan dan merasa bahagia.

>>> Prabowo Subianto Tegaskan Komitmen Dukungan Indonesia untuk Palestina

Yang terpenting adalah bendera kita dikibarkan di panggung sepak bola paling bergengsi di dunia," pungkas Bubista.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru