Tim nasional Cape Verde meraih hasil bersejarah dengan menahan imbang Spanyol tanpa gol dalam laga perdana Grup H Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Senin (15/6/2026) malam WIB.
Kemenangan ini diraih berkat organisasi pertahanan yang solid dalam menghadapi dominasi permainan La Roja.
>>> AS Perbarui Panduan Perjalanan ke Kanada Jelang Piala Dunia 2026
Pertandingan tersebut didominasi penuh oleh penguasaan bola skuad Spanyol. Namun, taktik khusus yang diterapkan pelatih Cape Verde berhasil meredam agresivitas lawan dan mengamankan satu poin penting.
Pelatih Cape Verde, Bubista, menyatakan bahwa penguasaan bola tinggi bukanlah satu-satunya penentu kendali pertandingan.
Strategi bertahan yang disiplin dipilih untuk mengantisipasi transisi cepat lawan, mengingat kualitas skuad Spanyol yang berada di atas kertas.
"Kami melakukannya dengan cara yang berbeda.
Tentu saja, kami ingin memiliki lebih banyak transisi untuk menyerang, tetapi tim Spanyol cukup sulit, jadi kami senang dengan ini," ujar Bubista.
Skema permainan ini disiapkan untuk menghadapi persaingan ketat di turnamen akbar. Keberhasilan menahan gempuran kandidat juara menjadi bukti kesiapan tim nonunggulan ini.
Bubista menambahkan bahwa tim-tim saat ini unggul dalam organisasi pertahanan, dan dalam Piala Dunia, tim seringkali memenangkan pertandingan dengan umpan transisi atau umpan yang tidak bergerak.
Oleh karena itu, persiapan tim harus dilakukan dengan cara ini.
Sebagai tim yang tidak diunggulkan, determinasi tinggi menjadi modal utama bagi anak asuh Bubista. Kolektivitas tim mampu menutupi perbedaan kualitas individu dengan para pemain Spanyol.
"Menurut saya, sepak bola adalah tentang organisasi, keberanian, tekad, dan tim-tim kecil menjadikan hal itu sebagai dasar dari kemampuan terbaik mereka melawan tim-tim besar," kata Bubista.
>>> Spanyol Ditahan Imbang Cape Verde di Grup H Piala Dunia 2026
Ketahanan fisik dan mental diperlihatkan oleh para pemain di lapangan sepanjang 90 menit. Upaya keras tersebut membuahkan hasil positif di laga pembuka kelompok ini.
"Kita telah menunjukkan organisasi dan keberanian, dan ini adalah bukti dari jati diri negara kita: ketahanan dan upaya untuk mengatasi kesulitan," jelasnya.