PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ), yang mengelola jaringan bioskop CGV di Indonesia, berencana melakukan ekspansi bisnis ke sektor aktivitas rumah pijat dan perdagangan eceran kosmetik untuk manusia.
Pengumuman strategi pengembangan usaha ini disampaikan manajemen melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 15 Juni 2026.
>>> Lexus Indonesia Siap Luncurkan The All New Lexus ES dengan Opsi Elektrifikasi
Pendaftaran Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)
Dalam rangka ekspansi ini, emiten bioskop tersebut telah mendaftarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 47724 untuk perdagangan kosmetik dan KBLI 86995 untuk aktivitas rumah pijat.
Manajemen menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi pengembangan usaha perusahaan ke depan.
Corporate Secretary BLTZ, Rozaksan Rinota, menjelaskan bahwa penambahan kegiatan usaha ini belum memberikan dampak material terhadap operasional maupun kondisi keuangan internal perusahaan.
>>> JBL BandBox Trio: Speaker Pintar Rp 9 Juta dengan Fitur Stem AI
Hal tersebut dikarenakan proyek baru ini masih berada dalam fase awal eksekusi, termasuk dalam tahap persiapan dan pemenuhan perizinan yang diperlukan.
Berdasarkan data perdagangan pada Senin (15/6/2026), saham BLTZ ditutup melemah 0,35 persen ke level Rp2.880 per saham.
>>> Kopi Game Super Mario Bros Langka Pecahkan Rekor Lelang Rp 53 Miliar
Mayoritas saham BLTZ, sekitar 91 persen, masih dikendalikan oleh investor asal Korea Selatan, yaitu CGI Holdings sebesar 51 persen dan Coree Capital sebesar 40 persen.