Seorang pemuda asal Pekalongan, Sandy Hananda (26), memilih jalur berani dengan menolak tawaran pekerjaan dari sebuah perusahaan BUMN di Jakarta demi merintis karier sebagai videografer freelance sejak lulus kuliah.
Keputusan tersebut diambil oleh lulusan program studi Manajemen Teknik Studio Produksi STMM MMTC ini karena menganggap beban kerja yang ditawarkan tidak sebanding dengan penghasilan.
>>> Saham SpaceX Tembus Kapitalisasi Pasar 2,75 Triliun Dolar AS
"Awal lulus sebetulnya ada salah satu perusahaan BUMN di Jakarta yang menawarkan, tapi setelah riset jobdesk ternyata aku harus mengerjakan banyak hal dengan penghasilan yang menurutku tidak sepadan," jelas Sandy saat diwawancarai Kompas.
com, Selasa (16/6/2026).
Langkah ini diambil bukan hanya karena nominal gaji, melainkan juga terkait peluang pengembangan diri yang dirasanya akan terbatas dengan sistem kerja tersebut.
"Dengan sistem bekerja seperti itu, aku merasa khawatir tidak bisa berkembang.
Aku punya prinsip bahwa berbagai jobdesk itu seharusnya dibayar terpisah, bukan dijadikan satu dengan limpahan pekerjaan yang banyak," ujarnya.
Sebelum memantapkan diri menjadi freelancer, pria yang kini menetap di Yogyakarta dan Solo ini sempat melirik industri media yang sejalan dengan bidang studinya.
"Awal lulus juga aku pengin kerja di media yang sekiranya relevan dengan jurusanku, tapi melihat teman-teman yang memberikan testimoninya kurang baik, aku jadi mikir ulang," ucapnya.
Kendati demikian, keputusan menjadi pekerja lepas di bidang kreatif ini dimulai dengan keterbatasan modal dan alat seadanya yang diberikan oleh orang tua.
"Akhirnya aku coba menjadi freelance videographer dengan bermodal alat seadanya, dengan bantuan orang tua, karena dulu diberikan orang tua alat seadanya," jelas dia.
Tantangan berat langsung dihadapi Sandy pada tahun pertama karena minimnya relasi profesional yang membuat proyek pekerjaan sangat terbatas.
"Tahun pertama memang berat banget, aku belum punya koneksi yang banyak. Bahkan sebulan hanya dapat 4 sampai 5 job saja, itupun cuma untuk menyambung hidup," tandas Sandy.