⌂ Beranda News Kelangkaan Solar di Sumatera: Alarm Sistem Logistik yang Rentan

Kelangkaan Solar di Sumatera: Alarm Sistem Logistik yang Rentan

Kelangkaan Solar di Sumatera: Alarm Sistem Logistik yang Rentan
Antrean panjang kendaraan truk dan bus di SPBU akibat kelangkaan solar di Sumatera
A A Ukuran Teks16px

Pulau Sumatera kembali dilanda kelangkaan solar. Dalam beberapa pekan terakhir, antrean panjang kendaraan di berbagai SPBU menjadi pemandangan umum.

Truk pengangkut hasil perkebunan, bus antarkota, kendaraan logistik, hingga masyarakat pengguna kendaraan diesel harus menunggu berjam-jam hanya untuk mendapatkan solar.

>>> Kylian Mbappe Cetak Dua Gol dan Pecahkan Rekor Bersama Timnas Perancis

Di beberapa daerah, sopir mulai mengantre sejak dini hari karena khawatir stok habis.

Fenomena ini bukan sekadar persoalan energi. Kelangkaan solar telah berubah menjadi persoalan ekonomi, logistik, bahkan daya saing kawasan.

Ketika bahan bakar tidak tersedia, distribusi barang terganggu, biaya angkutan meningkat, harga kebutuhan pokok berpotensi naik, dan produktivitas ekonomi menurun.

Yang paling memprihatinkan, persoalan ini terjadi di tengah pernyataan bahwa pasokan energi nasional dalam kondisi aman.

Janji Tidak Bertemu Realitas

Pemerintah selama ini memiliki komitmen kuat menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga BBM. Subsidi energi yang dialokasikan melalui APBN mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun.

Secara teori, kebijakan tersebut untuk memastikan masyarakat dan dunia usaha memperoleh energi yang cukup. Namun di lapangan, masyarakat melihat kenyataan berbeda.

Di Sumatera Barat, Sumatera Selatan, hingga beberapa wilayah Lampung dan Sumatera Utara, antrean solar terus terjadi.

Keluhan datang dari sopir truk, operator bus, petani, nelayan, hingga pelaku usaha distribusi.

Mereka tidak mempersoalkan harga terlebih dahulu. Yang mereka butuhkan adalah kepastian bahwa BBM tersedia ketika dibutuhkan.

Pertamina dan sejumlah pihak menyatakan bahwa kelangkaan bukan semata-mata akibat kekurangan kuota.

Sebagian pihak menduga adanya penyalahgunaan solar subsidi untuk aktivitas ekonomi yang tidak semestinya, termasuk aktivitas pertambangan ilegal.

Apapun penyebabnya, masyarakat tidak sedang mencari siapa yang salah. Mereka menunggu siapa yang mampu menyelesaikan masalah.

Dalam perspektif pengguna jalan, antrean sepanjang ratusan meter di depan SPBU adalah bukti bahwa sistem distribusi belum bekerja sebagaimana mestinya.

Sinyal Lemahnya Sistem Logistik Sumatera

Kelangkaan solar sesungguhnya memperlihatkan persoalan yang lebih mendasar, yaitu lemahnya sistem logistik Sumatera. Pulau Sumatera merupakan kawasan strategis yang berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru