Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut ruang fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berpotensi melebar jika ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran benar-benar mereda.
Pernyataan itu disampaikan Purbaya di Kompleks Parlemen pada Senin (15/6/2026). Menurutnya, pelonggaran tekanan harga energi global akan mengurangi kebutuhan subsidi yang telah disiapkan pemerintah.
>>> PT KAI Larang Keras Pengendara Motor Menerobos Jembatan Kereta Petamburan
Realisasi belanja subsidi dan kompensasi energi hingga Mei 2026 tercatat mencapai Rp 203,7 triliun.
Rinciannya, subsidi energi sebesar Rp 94,8 triliun dan kompensasi energi Rp 108,9 triliun.
Penyaluran BBM bersubsidi mencapai 6,31 juta kiloliter, naik 8,6 persen secara tahunan.
Sementara elpiji 3 kilogram naik 2,7 persen menjadi 2,85 juta ton, dan pengguna listrik bersubsidi meningkat menjadi 43 juta pelanggan.
Anggaran Subsidi Bisa Dialihkan
Purbaya menegaskan penurunan beban subsidi akan memberikan keleluasaan anggaran untuk dialihkan ke sektor lain. "Harusnya begitu kan," katanya.
Pemerintah sebelumnya telah menyisihkan sebagian anggaran untuk mengantisipasi gejolak energi global demi melindungi daya beli masyarakat.
>>> Perancis Kalahkan Senegal 3-1 di Piala Dunia 2026, Mbappe Pecahkan Rekor Gol
"Ada ruang untuk memberi pembiayaan program-program lain yang dianggap penting oleh Presiden," ujar Purbaya.
Kendati demikian, Kementerian Keuangan tidak akan terburu-buru menyesuaikan postur APBN. "Jadi kita lihat seperti apa, dan baru kita adjust," kata Purbaya.
Belanja subsidi dan kompensasi dipastikan tetap berfungsi optimal sebagai instrumen pelindung ekonomi masyarakat. "Sekarang tumbuhnya mencapai 208,2 persen," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa.
Potensi peredaan konflik mencuat setelah rencana penandatanganan perjanjian damai antara AS dan Iran di Swiss pada 19 Juni 2026.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengungkapkan hal itu melalui media sosial X.
>>> Kylian Mbappe Dekati Rekor Gol Terbanyak Piala Dunia
Presiden AS Donald Trump juga memberikan pernyataan resmi. "Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai," ujarnya.